- Pemerintah Prabowo siapkan dana Rp200 T via Himbara untuk perkuat sektor riil lewat inovasi.
- Kampus di Yogyakarta ditantang menjadi 'problem solver' bagi masalah industri nasional.
- Skema baru ini membuat riset kampus dinilai perbankan agar layak dibiayai oleh industri.
SuaraJogja.id - Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menggulirkan skema baru untuk mengakselerasi pertumbuhan sektor riil dengan dana jumbo mencapai Rp200 triliun.
Namun, dana yang disalurkan dari Bank Indonesia ke Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) itu tidak akan cair begitu saja. Ada syarat khusus: perguruan tinggi, khususnya di Yogyakarta, harus mampu menjadi pusat solusi dan inovasi bagi industri.
Kebijakan ini mengubah paradigma lama di mana hasil riset kampus seringkali hanya berakhir sebagai publikasi akademik.
Kini, pemerintah menantang dunia akademisi untuk terjun langsung memecahkan masalah nyata di lapangan, menjadikan riset mereka bernilai ekonomis dan bankable.
"Ini sebagai upaya memperkuat peran riset dan teknologi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional," papar Dirjen Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Fauzan Adziman, di hadapan perwakilan 100 lebih perguruan tinggi dalam Saresehan L2Dikti Wilayah V DIY di Yogyakarta, Rabu (8/10/2025).
Menurut Fauzan, Yogyakarta sebagai kota pelajar dan pusat riset diharapkan menjadi motor penggerak utama. Kampus-kampus dituntut untuk berkolaborasi dengan perbankan guna mencari strategi penguatan ekonomi di sektor-sektor strategis seperti kesehatan, energi, digitalisasi, hilirisasi industri, pertahanan, serta material manufaktur.
Keterlibatan aktif kampus dinilai krusial untuk memutus rantai ketergantungan Indonesia pada produk impor dan teknologi dari luar negeri.
"Yang kita butuhkan adalah peningkatan daya saing produk asal Indonesia untuk mengurangi ketergantungan impor. Riset-riset itu juga harus bisa menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat," tandasnya.
Skema Unik: Riset Dinilai Bank, Bukan Sekadar Kredit
Baca Juga: Dari Lorong Sempit Jadi Ladang Rezeki: Kisah Emak-Emak Rejosari Ubah Kampung Jadi Produktif di Jogja
Fauzan menegaskan bahwa skema penyaluran dana Rp200 triliun ini tidak akan berbentuk kredit lunak yang disalurkan langsung ke kampus. Mekanismenya lebih berorientasi pada hasil.
Produk atau inovasi unggulan dari perguruan tinggi akan dikurasi dan dievaluasi oleh para pakar profesional di bank-bank Himbara.
Ketika sebuah paten atau hasil penelitian dinilai memiliki valuasi tinggi dan potensi komersial yang kuat, industri akan lebih percaya diri untuk masuk dan bermitra.
Pada tahap inilah pembiayaan dari perbankan akan mengalir, memastikan dana jumbo tersebut tepat sasaran dan berdampak signifikan.
"Kita tidak ingin serta merta langsung dalam bentuk kredit, tapi kita mulai dari peningkatan nilai produk melalui paten dan hasil penelitian. Harapannya, dana Rp200 triliun ini bisa memperkuat ekosistem inovasi di kampus," ungkap Fauzan.
Dengan kata lain, kampus didorong menjadi 'problem solver'. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi bahkan telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Investasi agar setiap masalah yang dihadapi industri dapat langsung dicarikan solusinya di menara gading.
Berita Terkait
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Komunitas, UMKM, dan Merchant Bersatu Dukung Keseruan BRI Wellness Experience 2026 di Hutan Kota
-
Viral Dugaan Penipuan Tes TOEFL saat MPLS, Disdikpora DIY Tegaskan Nama Dinas Dicatut
-
LoI Sinergi BRI Taipei Dengan KDEI: Berikan Literasi Keuangan Bagi Pekerja Migran Indonesia
-
Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta Gelar 2nd Fun Kids Swimming Competition
-
Mandiri Looping for Life di Road to INACRAFT Festival 2026: Rawat Warisan, Gerakkan Keberlanjutan