- Ilmuwan UGM kembali menunjukkan perannya di bidang Sains dunia
- Eka Noviana berhasil mendeteksi bahan berbahaya dari sebuah kertas
- Riset yang ia kerjakan bukan hanya tentang kemudahan penggunaan, tetapi juga tentang keberlanjutan
SuaraJogja.id - Tak pernah terbayangkan oleh Eka Noviana mendapati bahwa namanya tercatat kembali dalam World’s Top 2 Percent Scientist 2025.
Daftar itu memuat ilmuwan paling berpengaruh dunia versi Stanford University yang dirilis pada September lalu.
Perjalanan riset Eka dimulai jauh sebelum ia kembali ke Indonesia. Lebih tepatnya saat menempuh studi doktoral di Colorado State University, Amerika Serikat.
Kala itu Eka meneliti bidang analitik dan mengembangkan metode deteksi berbasis kertas atau paper-based analytical device.
"Penelitian kami tentang metode deteksi menggunakan kit kertas itu mendapat banyak sitasi. Dari situ, kami akhirnya bisa masuk dalam daftar Top 2 persen Scientist," kata Eka dikutip, Selasa (14/10/2025).
Hasil inovasi yang tampak sederhana itu kini menjadi fondasi penelitiannya di UGM.
Melalui laboratorium Fakultas Farmasi UGM, Eka mengembangkan metode serupa untuk mendeteksi berbagai bahan berbahaya.
Mulai dari boraks, pewarna tekstil terlarang, hingga kadar obat dalam darah.
Teknologi ini dapat digunakan langsung di lapangan tanpa perlu alat besar atau sumber listrik.
Baca Juga: Teknologi Kertas Ajaib? BRIN Garap Test Kit Makanan Basi untuk Makan Bergizi Gratis
"Cukup satu tetes sampel, lalu kita deteksi dan bisa tahu hasilnya," ucapnya.
Bagi Eka, riset ini bukan hanya tentang kemudahan penggunaan, tetapi juga tentang keberlanjutan.
Metode berbasis kertas tersebut menghasilkan limbah kimia dalam jumlah sangat kecil dan materialnya mudah terurai.
Meski sudah diakui secara global, Eka menyadari riset di Indonesia punya tantangan tersendiri.
Terutama dalam hal pendanaan dan fasilitas penelitian.
Alih-alih pasrah dengan keadaan, ia melihat keterbatasan itu sebagai pemicu kreativitas.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil Bekas 50 Jutaan Cocok untuk Milenial, Bodi Stylish Tak Repot Perawatan
- 5 Moisturizer dengan Alpha Arbutin untuk Memudarkan Flek Hitam, Cocok Dipakai Usia 40-an
- Kronologi Lengkap Petugas KAI Diduga Dipecat Gara-Gara Tumbler Penumpang Hilang
- 5 Rekomendasi Ban Tubeless Motor Matic, Tidak Licin saat Hujan dan Jalan Berpasir
- 7 Mobil Boros Bahan Bakar Punya Tenaga Kuda, Tetapi Banyak Peminatnya
Pilihan
-
Dirumorkan Latih Indonesia, Giovanni van Bronckhorst Tak Direstui Orang Tua?
-
Jadi Kebijakan Progresif, Sineas Indonesia Ingatkan Dampak Ekonomi LSF Hapus Kebijakan Sensor Film
-
Daftar Maskapai RI yang Pakai Airbus A320
-
5 Tempat Ngopi Tersembunyi di Palembang yang Bikin Ketagihan Sejak Seduhan Pertama
-
6 HP 5G Paling Murah di Bawah Rp 4 Juta, Investasi Terbaik untuk Gaming dan Streaming
Terkini
-
Jadi Kebijakan Progresif, Sineas Indonesia Ingatkan Dampak Ekonomi LSF Hapus Kebijakan Sensor Film
-
5 Tempat Ayam Goreng Legendaris di Jogja yang Wajib Masuk List Weekend Kamu
-
Malaysia Healthcare Expo 2025 Berlangsung di Yogyakarta, Hadirkan 14 Rumah Sakit Terkemuka
-
Film 'Siapa Dia' Momentum Transformasi LSF dari Lembaga Sensor Jadi Lembaga Klasifikasi Umur
-
Haruskan Kasus Tumbler Hilang Berakhir dengan Pemecatan Pegawai?