- Kasus Onad menyoroti pentingnya peran keluarga dalam pencegahan narkoba, bukan hanya hukum.
- Psikolog UGM tekankan edukasi dini di keluarga sebagai fondasi anti-narkoba.
- Relasi hangat dan kegiatan positif keluarga kunci kebahagiaan tanpa narkoba.
SuaraJogja.id - Penangkapan musisi dan aktor Onadio Leonardo, atau yang akrab disapa Onad, terkait dugaan penyalahgunaan narkoba pada penghujung Oktober 2025 oleh Polres Metro Jakarta Barat, kembali menyoroti urgensi penanganan masalah narkoba di Indonesia.
Kasus ini, yang juga menyeret istrinya, Beby Prisillia, untuk dimintai keterangan, menjadi pengingat pahit bahwa penyalahgunaan zat terlarang bisa menjerat siapa saja, termasuk figur publik.
Menanggapi fenomena ini, Psikolog Universitas Gadjah Mada (UGM), Novi Poespita Candra, S.Psi., M.Si., Ph.D., memberikan perspektif krusial: pencegahan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan penegakan hukum, melainkan harus dimulai dari lingkungan terdekat, khususnya keluarga.
Novi Poespita Candra menegaskan bahwa lingkungan keluarga memegang peranan fundamental dalam membentuk nilai, sikap, dan kebiasaan seseorang sejak usia dini.
"Edukasi apapun yang baik, termasuk soal bahaya narkoba, seyogyanya dimulai sejak dini. Lingkungan keluarga adalah tempat paling utama belajar apa saja termasuk persepsi dan sikap terhadap obat obatan atau narkoba," ungkap Novi dikutip dari ANTARA pada Selasa (4/11/2025).
Pernyataan ini secara langsung menyoroti bahwa sebelum individu berinteraksi dengan dunia luar yang penuh godaan, fondasi moral dan pemahaman tentang bahaya narkoba harus sudah tertanam kuat di rumah.
Anak-anak, menurut Novi, belajar dengan sangat cepat dari apa yang mereka lihat, dengar, dan rasakan di lingkungan rumah, yang kemudian membentuk bagian dari alam bawah sadar dan sistem nilai yang akan mereka pegang seumur hidup.
Lebih lanjut, Novi juga menyoroti bagaimana relasi dalam keluarga dapat menjadi faktor penentu.
Hubungan yang hangat dan terbuka, di mana komunikasi berjalan sehat, dapat berfungsi sebagai "pelindung" yang kuat dari penyalahgunaan narkoba.
Baca Juga: Setahun Prabowo-Gibran: Kedaulatan Energi Nol Besar! Pengamat: Kebijakan Setengah Hati
Sebaliknya, relasi yang dipenuhi konflik dan kurangnya kehangatan justru bisa menjadi pemicu seseorang mencari pelarian, termasuk melalui narkoba.
"Hubungan yang hangat dan terbuka justru bisa menjadi pelindung, sementara relasi yang penuh konflik dapat menjadi pemicu penggunaan,” jelasnya.
Ini mengindikasikan bahwa kualitas interaksi emosional di dalam keluarga memiliki dampak langsung terhadap kerentanan individu terhadap penyalahgunaan zat.
Melihat kasus seperti yang menimpa Onad, di mana seseorang yang dikenal publik pun bisa terjerat, saran Novi menjadi semakin relevan.
Ia menganjurkan agar keluarga membangun kegiatan positif bersama, seperti berolahraga, beribadah, rekreasi, atau kegiatan sosial.
Aktivitas-aktivitas ini tidak hanya memperkuat ikatan kebersamaan, tetapi juga membantu memicu pelepasan hormon kebahagiaan alami seperti dopamin, oksitosin, serotonin, dan endorfin.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
Pilihan
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
Terkini
-
BRI Pegang 49 Persen Penyaluran KPP Nasional, Perkuat Dukungan Program 3 Juta Rumah
-
5 Prompt Poster Tarhib Ramadhan 2026 yang Menarik dan Penuh Makna
-
Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
-
Tiga Petani Sleman Tersambar Petir saat Berteduh di Gubuk Tengah Sawah, Dua Orang Meninggal Dunia
-
Gara-gara Ikan di Pemancingan, Warga Gunungkidul Saling Lapor ke Polisi