- Pengembangan varietas padi lokal menjadi opsi strategis menghadapi perubahan iklim ekstrem karena telah teruji adaptasinya secara alami di lingkungan spesifik daerah tersebut.
- Optimalisasi varietas unggul perlu disesuaikan kondisi daerah Indonesia yang beragam untuk mencegah penurunan produksi sekaligus memerlukan komunikasi hasil riset hingga ke tingkat petani.
- Produktivitas padi Indonesia masih stagnan lima ton per hektare per tahun, diperparah rendahnya kesejahteraan petani dan perlunya riset bibit unggulan demi ketahanan pangan.
Sementara itu, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) DIY turut menyampaikan bahwa perubahan iklim memperburuk ketidakstabilan distribusi air di wilayah Yogyakarta.
Oleh sebab itu, varietas padi yang tahan segala musim dinilai sangat bermanfaat bagi petani di DIY yang memiliki indeks kerawanan bencana tinggi.
"Salah satunya adalah terkait dengan ketidakstabilan dari distribusi air. Jadi, ketika di awal tahun ada curah hujan yang cukup tinggi, kemudian nanti di pertengahan itu sangat panas," ujar Kabid Sarpras Bapperida DIY Emy Kusparyati.
Sehingga memang, ia menilai dengan adanya komoditas padi yang sedang dikembangkan yang bisa tahan segala musim ini bisa bermanfaat sekali untuk para petani di wilayah kita, di DIY.
Dengan berbagai tantangan itu, pengembangan varietas lokal berbasis riset jangka panjang diharapkan menjadi kunci peningkatan produktivitas sekaligus ketahanan pangan nasional.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
BRI Salurkan Banknotes SAR 152,49 Juta untuk Haji 2026, 203.320 Jemaah Bisa Gunakan di Tanah Suci
-
BRI Permudah Investasi Lewat Cicil Emas BRImo, Proses 60 Detik
-
Belum Berlaku Pekan Ini, Pemkab Sleman Masih Sinkronkan Jadwal WFH dengan Instansi Vertikal
-
#NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Dukung Jurnalisme Berkualitas
-
Sebut Kasus Sri Purnomo Dipaksakan, Ahli Hukum: Tidak Ada Motif Korupsi, Terdakwa Layak Bebas