- Keluarga diplomat Arya Daru kecewa atas penghentian penyelidikan kasus kematiannya oleh Polda Metro Jaya.
- Kepolisian menghentikan kasus karena alasan belum ditemukan adanya peristiwa pidana, yang dianggap janggal oleh keluarga.
- Keluarga mempersoalkan fakta penting seperti empat sidik jari rusak dan plastik penutup kepala yang tidak dikembangkan.
Disampaikan Nicholay, hasil autopsi yang menemukan luka akibat benturan benda tumpul di kepala, leher, dan dada korban juga tidak pernah didalami lebih lanjut. Termasuk soal apakah benturan tersebut bersifat aktif atau pasif.
Ada pula, kata kuasa hukum, soal aktivitas check-in korban bersama perempuan berinisial V serta keberadaan pihak-pihak yang terakhir bersama korban sebelum meninggal.
Termasuk penjaga kos dan beberapa pihak lain yang diketahui sempat bersama korban.
"Kami sampaikan waktu tanggal 26 November pada saat audensi itu. Untuk supaya fakta-fakta ini dikembangkan tapi itu tidak dilakukan," ujarnya.
Nicholay berujar sudah pernah meminta pula untuk diberikan akses ke TKP. Saat itu pihak kepolisian bersedia bekerja sama untuk akses ke TKP namun sampai sekarang tidak pernah diberikan.
"Kami juga menanyakan tentang SP2HP, Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan. Tapi sampai sekarang pun tidak pernah diberikan SP2HP-nya. Tiba-tiba kami dapatkan SP2 Lidik, penghentian penyelidikan," tandasnya.
"Ini kan aneh. Dan kejanggalan yang dalam surat itu pun dikatakan "dihentikan karena alasannya belum ditemukan adanya peristiwa pidana". Ini kan aneh," imbuhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 5 HP Murah 5G di Bawah Rp2 Juta, Koneksi Kencang untuk Multitasking
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
BRI Salurkan Banknotes SAR 152,49 Juta untuk Haji 2026, 203.320 Jemaah Bisa Gunakan di Tanah Suci
-
BRI Permudah Investasi Lewat Cicil Emas BRImo, Proses 60 Detik
-
Belum Berlaku Pekan Ini, Pemkab Sleman Masih Sinkronkan Jadwal WFH dengan Instansi Vertikal
-
#NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Dukung Jurnalisme Berkualitas
-
Sebut Kasus Sri Purnomo Dipaksakan, Ahli Hukum: Tidak Ada Motif Korupsi, Terdakwa Layak Bebas