- Menjelang Ramadan 1447 H, harga sayuran dan cabai rawit naik signifikan di pasar tradisional DIY akibat curah hujan dan permintaan program MBG.
- Pedagang merespons kenaikan harga dengan mengurangi stok barang dan mengecilkan porsi jual demi menjaga minat serta stabilitas harga jual.
- Disperindag DIY menyatakan komoditas strategis lain stabil, namun melakukan operasi pasar dan pasar murah antisipatif untuk menekan gejolak harga.
"Kalau saya naikkan lagi harganya, pembeli pasti bilang, lho kok naik. Kalau pun naik, tidak banyak, paling cuma sedikit," ujarnya.
Sebagai gantinya, Yanti menerapkan strategi pengurangan porsi. Harga tetap namun isi disesuaikan secara perlahan.
"Biasanya sambal dua sendok jadi satu setengah. Buah dan yang lain juga naik, ya tetap dirata-ratakan, dikurangi porsinya. Kayak nyicil begitu,. Tapi tetap harus jalan, tetap harus muter makanan," katanya.
Keuntungan dari jajan pasar, menurut Yanti, memang sangat tipis. Per item, keuntungan bersih hanya berkisar Rp500 hingga Rp1.000. Dalam sehari, penghasilan bersihnya kadang hanya sekitar Rp100 ribu, bahkan bisa kurang.
"Daripada mahal tapi enggak laku, lebih baik sedikit untungnya tapi tetap jalan. Misalnya dulu orang beli 30, sekarang jadi 20, ya disesuaikan," ujarnya.
Kenaikan harga bahan pokok juga memaksa Yanti mengurangi belanja ke pasar. Bahkan hingga menekan pengeluaran rumah tangga.
"Iya, dari keluarga juga. Takutnya pembeli keberatan. Apalagi pembeli kan macam-macam," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY, Yuna Pancawati, menyatakan secara umum kondisi harga bahan pokok di DIY masih dalam kategori terkendali sejak minggu pertama 2026.
Kenaikan harga terutama terjadi pada komoditas cabai yang bersifat fluktuatif dan dipengaruhi faktor cuaca serta pasokan. Komoditas strategis seperti beras, telur, dan bawang relatif stabil," ungkapnya.
Baca Juga: Jatah Makan Bergizi Gratis Jadi Menu Buka Bersama, Inovasi Ramadan di Sekolah Gunungkidul
Berdasarkan pengamatan perkembangan harga dari minggu pertama Januari hingga minggu keenam Februari 2026, harga beras medium berada di kisaran Rp13.163–Rp13.288 per kilogram dengan rata-rata Rp13.186 per kilogram. Beras premium bahkan cenderung sangat stabil di angka Rp14.825 per kilogram.
Harga telur ayam ras justru menunjukkan tren penurunan bertahap, dari Rp29.750 per kilogram pada awal Januari menjadi Rp27.313 per kilogram pada minggu keenam Februari dengan rata-rata Rp28.329 per kilogram.
Namun harga cabai menunjukkan fluktuasi tajam. Cabai merah keriting sempat turun hingga minggu ketiga sebelum kembali naik, dengan rata-rata Rp32.733 per kilogram. Cabai merah besar juga mengalami penurunan tajam sebelum kembali naik, dengan rata-rata Rp39.058 per kilogram.
Cabai rawit merah mencatat kenaikan signifikan pada minggu keenam hingga Rp63.125 per kilogram, dengan rata-rata Rp47.329 per kilogram. Cabai rawit hijau berada di level tinggi meski cenderung menurun, dengan rata-rata Rp57.261 per kilogram.
Untuk komoditas bawang, harga bawang merah relatif menurun dan stabil di kisaran Rp35.250–Rp39.000 per kilogram, sedangkan bawang putih honan stabil di kisaran Rp31.750–Rp32.750 per kilogram.
Dalam rangka menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Idulfitri, Disperindag DIY telah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif. Salah satunya melalui pemantauan intensif harga dan pasokan di pasar tradisional dan pasar rakyat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
YOGYAKOMTEK 2026 Resmi Dibuka, Pameran Komputer Terbesar di DIY
-
Honda DBL Jogja 2026 Dimulai: Sensasi Riding Test dan Peluang Bawa Pulang New Honda BeAT
-
Influenza A Terdeteksi di DIY, 24 Kasus Muncul, Sekolah Belum Diliburkan
-
Pestapora 2026 Siap Makin Meriah, BRImo Bawa Program Spesial
-
Cak Nun hingga Eross Sheila on 7, Jejak 77 Tahun MUHI Yogyakarta Diabadikan dalam Buku