- Ratusan perantau di Yogyakarta memanfaatkan program "Balik Kerja Gratis" BPKH pada Senin (23/3/2026) untuk kembali ke kota kerja mereka.
- Program ini sangat membantu meringankan beban finansial peserta karena biaya angkutan Lebaran yang cenderung mahal pasca-mudik.
- Terdapat antusiasme tinggi dengan lebih dari 2.700 pendaftar melebihi kuota 675 kursi yang disediakan BPKH.
Program Balik Kerja Bareng BPKH sendiri telah digelar untuk keempat kalinya. Tahun ini, BPKH menyediakan 15 bus dengan total sekitar 675 kursi, lengkap dengan fasilitas kaos, makanan, snack, dan souvenir untuk peserta.
Namun, tingginya kebutuhan jauh melampaui kapasitas yang tersedia. Dari Yogyakarta saja, jumlah pendaftar mencapai lebih dari 2.700 orang, hampir empat kali lipat dari kuota yang ada.
"Ini menunjukkan antusiasme masyarakat sangat tinggi. Artinya kebutuhan akan program seperti ini memang nyata," paparnya.
Peserta yang diberangkatkan pun berasal dari berbagai latar belakang pekerjaan, mulai dari karyawan pabrik, staf kantor, office boy, hingga pekerja sektor informal. Syarat utama yang diberlakukan adalah mereka harus memiliki pekerjaan di Jakarta dan sekitarnya, seperti Bekasi, Tangerang, Bogor, hingga kawasan terminal besar seperti Kampung Rambutan dan Pulogadung.
Anggota Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko mengungkapkan program ini memiliki dampak signifikan bagi masyarakat pekerja.
"Untuk satu keluarga, penghematan bisa mencapai Rp1,5 juta sampai Rp2 juta. Ini sangat membantu, terutama setelah pengeluaran besar saat mudik," ujarnya.
Ke depan, DPR mendorong agar program serupa bisa diperluas, baik dari sisi kuota maupun keterlibatan instansi lain. Mengingat tingginya kebutuhan, tidak menutup kemungkinan jumlah armada akan terus ditambah.
Sebab bagi para perantau, program ini bukan sekadar fasilitas gratis. Lebih dari itu jadi cara efektif agar mereka bisa kembali menata hidup di kota perantauan tanpa harus memulai dari nol akibat kehabisan ongkos perjalanan.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Baca Juga: Dinkes Sleman Siagakan Fasyankes 24 Jam Selama Lebaran, Antisipasi Kematian Ibu hingga Super Flu
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Skechers Max Cushioning yang Empuk untuk Jalan Kaki Jauh dan Olahraga
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Rekomendasi Produk Viva untuk Eksfoliasi Wajah, Mulai Rp12 Ribuan
- Usai Heboh, Pelindo Jasa Maritim Copot Silfester Matutina dari Komisaris Usai 5 Hari Menjabat
- Apakah Pertalite Akan Naik Harga 26 September 2026? Ini Kata Bahlil
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Influenza A Terdeteksi di DIY, 24 Kasus Muncul, Sekolah Belum Diliburkan
-
Pestapora 2026 Siap Makin Meriah, BRImo Bawa Program Spesial
-
Cak Nun hingga Eross Sheila on 7, Jejak 77 Tahun MUHI Yogyakarta Diabadikan dalam Buku
-
Wishlist Steam Menumpuk? Ini 5 Cara Menyiasati Musim Diskon Besar
-
Sukses di Jogja, ZAP Fest 2026 Siap Sambangi 2 Kota Lain dengan Konsep Beauty, Music, dan Lifestyle