- Korlantas Polri menerapkan kebijakan perpanjangan STNK tanpa KTP asli pemilik kendaraan secara nasional sepanjang tahun 2026.
- Kebijakan ini bertujuan mempermudah masyarakat membayar pajak kendaraan serta menekan praktik percaloan dalam pengurusan administrasi kendaraan.
- Pemerintah daerah berharap pelonggaran syarat ini dapat meningkatkan realisasi penerimaan pajak kendaraan bermotor secara signifikan selama 2026.
Kebijakan ini mendapat respons positif dari masyarakat. Muslim (40), salah seorang warga Kota Yogyakarta, mengaku selama ini perpanjangan STNK cukup menyulitkan apabila tidak memiliki KTP asli pemilik kendaraan.
"Biasanya susah kalau tidak punya KTP asli pemiliknya. Jadi harus pinjam atau akhirnya pakai calo," akunya.
Ia menuturkan, penggunaan jasa calo juga menambah biaya pengurusan pajak kendaraan. Untuk perpanjangan STNK saja, masyarakat biasanya harus membayar tambahan minimal Rp100 ribu sebagai biaya jasa.
"Kalau pakai calo biasanya minimal Rp100 ribu untuk jasanya," ungkapnya.
Muslim berharap kebijakan tersebut tidak hanya berlaku satu tahun ini tetapi bisa diterapkan lebih lama. Dengan demikian masyarakat semakin mudah mengurus administrasi kendaraan.
"Harapannya kalau bisa dipermudah seperti ini, masyarakat bisa mengurus sendiri tanpa perantara," ujarnya.
Secara nasional, kebijakan pelonggaran syarat perpanjangan STNK tersebut memang telah diberlakukan oleh Korps Lalu Lintas Polri mulai 16 April 2026. Direktur Registrasi dan Identifikasi Korlantas Polri, Wibowo dalam keterangannya, menjelaskan perpanjangan STNK tahunan kini dapat dilakukan tanpa melampirkan KTP pemilik lama.
Kebijakan ini diterapkan untuk mempermudah masyarakat memenuhi kewajiban pembayaran pajak kendaraan bermotor pada 2026. Sedangkan 2027 seluruh kendaraan wajib balik nama.
Kebijakan tersebut sekaligus menjadi masa transisi bagi masyarakat untuk menyesuaikan data kepemilikan kendaraan. Mulai 2027, ketentuan administrasi berdasarkan identitas sesuai dokumen kendaraan akan kembali diberlakukan secara ketat.
Baca Juga: Jatah WFH ASN Jogja Hari Rabu, Pemda DIY Tak Mau Jumat: Biar Nggak Bablas Liburan!
Sebelumnya, penggunaan identitas pemilik kendaraan dalam proses pengesahan STNK telah diatur dalam Peraturan Kepolisian Nomor 7 Tahun 2021 Pasal 61 yang mewajibkan pemohon melampirkan bukti identitas diri yang sah.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
Terkini
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Duh! Nekat Gondol Gamelan di Kota Jogja, Polisi Tangkap Seorang Lansia Tuna Wisma
-
Niat Perkuat Modal Usaha Berujung Petaka, Nasabah BPR Danagung Jogja Diduga Tertipu hingga Bangkrut
-
ASN Jogja Jangan Coba-coba Keluyuran Saat WFH, Absen Kini Dipelototi Pakai GPS!
-
Awas! Balita Paling Rentan, Dinkes Kota Jogja Catat 110 Kasus Pneumonia Awal 2026