- Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengecam keras kasus dugaan kekerasan terhadap anak di Daycare Little Aresha, Yogyakarta.
- Pihak kepolisian telah menetapkan 13 tersangka dan tengah memproses hukum kasus kekerasan yang menimpa puluhan anak tersebut.
- Pemda DIY memastikan pendampingan korban serta berencana memperketat pengawasan operasional tempat penitipan anak secara lintas sektor ke depan.
SuaraJogja.id - Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono (HB) X mengecam keras kasus dugaan kekerasan terhadap anak yang terjadi di Daycare Little Aresha, Sorosutan, Kota Yogyakarta.
Sultan menegaskan tindakan kekerasan terhadap anak tidak dapat ditoleransi dan meminta agar kasus tersebut diusut tuntas melalui proses hukum yang berlaku.
"Saya kira kekerasan itu [di daycare Little Aresha], saya tidak tahu problem apa yang sebenarnya terjadi hingga kekerasan itu bisa terjadi. Penyebabnya bisa macam-macam. Tapi harapan saya, ini yang pertama dan terakhir. Karena di Jogja itu tidak senang dengan kekerasan," papar Sultan di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Senin (27/4/2026).
Menurut Sultan, masyarakat Yogyakarta pada prinsipnya menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan tidak menyukai tindakan kekerasan. Terlebih terhadap anak-anak yang seharusnya mendapatkan perlindungan.
Meski hingga saat ini ia belum mengetahui secara pasti latar belakang yang menyebabkan dugaan kekerasan tersebut terjadi, Sultan berencana meminta laporan lengkap dari pihak kepolisian terkait perkembangan penyelidikan kasus tersebut.
"Saya belum tahu sebetulnya latar belakang yang mendasari kekerasan itu dilakukan. Mungkin apa penyebabnya, saya belum tahu. Saya baru akan bertemu dengan kepolisian yang terkait besok," ungkapnya.
Sultan menegaskan penanganan kasus tersebut harus mengikuti mekanisme hukum yang berlaku. Ia meminta semua pihak menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan tidak berspekulasi sebelum penyelidikan selesai.
"Ya itu otomatis kan sudah jadi tersangka. Nanti ada proses hukum tersendiri. Tapi dalam hal ini polisi sudah melakukan penelitiannya. Saya kira kita tunggu saja, jangan mendahului," paparnya.
Selain memastikan proses hukum berjalan, Pemda DIY juga menaruh perhatian pada kondisi para korban yang sebagian besar masih berusia balita dan bayi. Sultan menyatakan telah memanggil dinas terkait untuk memastikan langkah pendampingan terhadap korban berjalan maksimal.
Baca Juga: Satu Kamar Diisi 20 Anak! Polresta Jogja Bongkar Praktik Tak Manusiawi di Daycare Umbulharjo
Ia menyebut akan meminta laporan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY mengenai penanganan yang sudah dilakukan terhadap anak-anak korban.
"Saya baru panggil besok, jam 9. Saya ingin mendapatkan laporan dari mereka. Karena mereka sudah melakukan penanganan, termasuk mengambil anak-anaknya," tandasnya.
Sultan menyatakan, perlindungan terhadap korban menjadi prioritas utama, termasuk memastikan kondisi kesehatan anak-anak yang diduga mengalami kekerasan. Apalagi saat ini ada lebih dari 53 anak yang diduga mengalami kekerasan di Little Aresha.
"Jadi otomatis itu kita lakukan untuk anaknya. Kita juga perlu memastikan pengobatan bagi anak-anak tersebut. Itu sudah kita lakukan sejak awal," ujarnya.
Sementara itu, Sekda DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti menyatakan penegak hukum diminta mengusut tuntas kasus tersebut. Terlebih saat ini sudah ada 13 tersangka yang diamankan pihak kepolisian.
"Saya kira karena ini sudah berproses di wilayah hukum, kita mengikuti saja hukum yang berlaku. Karena ini juga menimbulkan trauma. Saya saja kalau membicarakan ini sampai merinding," tandasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Dorong Ekonomi, Volume Transaksi Merchant BRI Raih Rp67,9 Triliun
-
Siswa Non Muslim di Jogja Diperlakukan Diskriminatif Saat Pelajaran Agama, Tak Punya Ruangan Tetap
-
Perry Warjiyo Mundur dari Bank Indonesia, Ekonom Sebut Tekanan Rupiah Bakal Membesar
-
Sidang Praperadilan Memanas, Hakim Pertanyakan Dasar Kejari Tetapkan Raudi Akmal Tersangka
-
Ucapan 'Londo Ireng' Prabowo Dinilai Ancam Demokrasi, Jurnalis: Kami Bukan Musuh Negara