Budi Arista Romadhoni
Selasa, 07 Juli 2026 | 13:26 WIB
Paguyuban Warga Kabupaten Bantul (Warkaban). [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Paguyuban Warga Kabupaten Bantul (Warkaban) menyelenggarakan silaturahmi nasional di Bekasi untuk melakukan serah terima jabatan pengurus organisasi.
  • Sigit Mustofa Nurudin resmi menjabat sebagai Ketua Umum Warkaban periode 2026–2029 menggantikan ketua sebelumnya, Didik Akhmadi.
  • Organisasi diaspora ini bertujuan mempererat persaudaraan warga Bantul di perantauan serta berkontribusi nyata dalam pembangunan masyarakat Indonesia.

SuaraJogja.id - Paguyuban Warga Kabupaten Bantul (Warkaban) akhir pekan lalu menggelar silaturahmi nasional di Jakarta. Agenda utama serah terima pengurus lama ke pengurus baru.

Sigit Mustofa Nurudin Dirjen Pembangunan dan pengembangan Kawasan Transmigrasi, kementerian Transmigrasi, dipercaya memimpin organisasi diaspora warga Bantul tersebut untuk periode 2026–2029, menggantikan Didik Akhmadi.

Pergantian kepengurusan yang digelar di Hotel Grand Travello Kota Bintang, Bekasi, akhir pekan lalu. Acara tersebut dihadiri pengurus dan anggota secara langsung maupun daring dari berbagai daerah, baik Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Lampung hingga Kalimantan Timur.

Partisipasi anggota dari berbagai penjuru Indonesia menjadi gambaran bahwa Warkaban terus berkembang sebagai rumah bersama bagi masyarakat Bantul di perantauan. Jarak geografis bukan lagi menjadi penghalang untuk menjaga komunikasi, memperkuat jejaring, dan membangun kolaborasi antarsesama warga Bantul.

Ketua Warkaban periode 2023–2026, Didik Akhmadi, menyampaikan harapan agar kepengurusan baru mampu menjaga kesinambungan organisasi dengan tetap mengembangkan berbagai program yang telah berjalan.

"Pengurus baru diharapkan dapat meneruskan program-program yang telah ada, mengambil hal-hal yang baik, serta memperbaiki hal-hal yang masih kurang sehingga Warkaban semakin berkembang dan bermanfaat bagi anggotanya," ujar Didik dalam keterangan tertulis pada Selasa (7/7/2026).

Menurutnya, tantangan organisasi masyarakat saat ini bukan hanya menjaga eksistensi, tetapi juga memastikan organisasi tetap relevan dengan kebutuhan anggotanya di tengah perubahan sosial yang berlangsung sangat cepat.

Acara tersebut juga dihadiri Kepala Badan Penghubung Daerah DIY, Nugrohoningsih, selaku pembina Warkaban. Kehadiran pemerintah daerah dalam paguyuban warga perantauan dipandang sebagai mitra strategis dalam memperkuat hubungan antara masyarakat Bantul di luar daerah dengan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Di bawah kepemimpinan Sigit Mustofa, Warkaban diharapkan mampu memperluas perannya, tidak hanya sebagai wadah silaturahmi, tetapi juga menjadi organisasi yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Baca Juga: Ibadah GMS di Bantul Dibubarkan Ormas, Polisi Turun Tangan, Begini Hasil Mediasinya

Harapan tersebut disampaikan para penasihat Warkaban, yakni Roeshadi, Noor Syamsu Hidayat dan sejumlah penasihat lainnya. 

Mereka menilai, sebagai salah satu paguyuban warga asal DIY yang telah diakui secara resmi oleh Pemerintah Daerah DIY, Warkaban memiliki modal sosial yang besar untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan masyarakat.

Menurut para penasihat, nilai utama yang selama ini dipegang Warkaban, yakni "Guyup Rukun Migunani", harus diwujudkan melalui berbagai program yang memberikan manfaat nyata, baik bagi anggota maupun masyarakat luas.

Soliditas internal dinilai menjadi fondasi utama sebelum organisasi memperluas kiprahnya melalui kegiatan sosial, pemberdayaan ekonomi, pendidikan, maupun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Dengan estafet kepemimpinan ini, Warkaban diharapkan semakin mampu menjawab tantangan zaman. Tidak hanya menjadi tempat melepas rindu kampung halaman bagi warga Bantul yang merantau, tetapi juga tumbuh sebagai organisasi diaspora yang inklusif, adaptif, serta berkontribusi dalam pembangunan sosial di berbagai daerah di Indonesia.

Paguyuban Warga Kabupaten Bantul (Warkaban) merupakan organisasi yang menghimpun warga asal Kabupaten Bantul yang tinggal di berbagai daerah di Indonesia.

Organisasi ini dibentuk sebagai wadah silaturahmi, mempererat persaudaraan, serta menjaga nilai-nilai budaya dan kearifan lokal Bantul di tengah kehidupan masyarakat perantauan.

Seiring perjalanan waktu, Warkaban berkembang tidak hanya sebagai komunitas kekeluargaan, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi dalam bidang sosial, pendidikan, ekonomi, dan kemanusiaan. 

Berbagai kegiatan seperti bakti sosial, bantuan bagi anggota yang mengalami musibah, pemberian beasiswa, hingga dukungan terhadap pembangunan daerah asal menjadi bagian dari kiprah organisasi.

Warkaban juga telah mendapat pengakuan dari Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai salah satu paguyuban warga DIY yang aktif dan memiliki jaringan luas di berbagai provinsi. 

Dengan mengusung semangat "Guyup Rukun Migunani", Warkaban terus berupaya memperkuat solidaritas diaspora Bantul sekaligus menjadi jembatan kolaborasi antara masyarakat perantauan, Pemerintah Kabupaten Bantul, Pemerintah DIY, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.

Paguyuban Warga Kabupaten Bantul (Warkaban). [Istimewa]

Susunan Kepengurusan Warkaban

Dewan Penasehat

Ketua Didik Akhmadi

Anggota: Noor SyamsuHidayat, Mayjen(Purn) IbnuTri Widodo, Roeshadi Haryadi, AnangRoso, SofwanAlbana, Muhammad Abdul Kholiq, AgusSriyanta, Muhammad Burhanudin Noor, HeruFauzi, HananNugroho, Ari Subari, Ahmad Subagyo.

Ketua Umum Sigit Mustofa Nurudin

Ketua 1: Agung Eru Wibowo

Ketua 2: Waris Suwito

Sekretaris Umum: Edi Darsono

Sekretaris 1: Sutri Rahayu

Sekretaris 2: Muhammad Irsyaduddin

Bendahara Umum: Suwarjono

Bendahara 1: Rukijem

Bendahara 2: RejekiListyarini.

Bidang Seni, Budaya dan Pariwisata.

Koordinator Koesnadi.

Anggota: Waljiyanto Anggota, Fajar Dewantoro, Nanang.

Bidang Pendidikan, Pemuda dan Olahraga.

Koordinator Supadmi.

Anggota: Budi Mulyoto, Nawawi, Sutanto, Ismirah, Khoirul Ikhsan.

Bidang Ekonomi, Kreatif dan UMKM.

Koordinator Mudiyanti.

Anggota Ningsih, EkoSulistyanto, Enny Astuti, Nuryadi.

Bidang Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat.

Koordinator: Suyatno.

Anggota: Wening Pusparini, Vigo Wijonarko, Ismiyati, Muji Rahmad.

Bidang Organisasi, Humas dan Antar Lembaga

Koordinator Ari Pambudi.

Anggota: Masirom, Purwanto, Sudadi Udapno, Ngadino, Sumanto.

Bidang Sosial dan Keagamaan

Koordinator Winarno.

Anggota: Ahmad Zaenuri, Abdul Wahab, Lina Foresty, Muhammad Munajah.

Bidang Inovasi Teknologi dan Digitalisasi

Koordinator Sri Nuryanti.

Anggota: Sunarto Ciptoharjono, Bani Rohim, Listiyah Miniarti.

Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga

Koordinator Ulfah Risnaini.

Anggota: Ratna Normaliska, Imlaul Khusna, Sri Lestari, Mariyah, Ani’mah Fatoni.

Load More