- Plt. Kepala BPS DIY Endang Tri Wahyuningsih menyatakan perubahan desil DTSEN di DIY pada Senin (24/8/2026) memicu protes warga kehilangan bansos.
- BPS DIY menegaskan perubahan data disebabkan berbagai sumber sehingga verifikasi melalui kanal Kemensos sangat penting untuk mengantisipasi kesalahan.
- BPS DIY mendata 606.000 pelaku usaha dalam Sensus Ekonomi 2026 guna membangun fondasi struktur ekonomi untuk satu dekade ke depan.
Endang menambahkan, persoalan perubahan desil seharusnya tidak diarahkan menjadi konflik antara masyarakat dan pemerintah maupun antarinstansi. Hal ini terkait protes yang dilayangkan Pemda DIY atas perubahan desil yang signifikan warga.
Menurutnya, pemerintah bersama masyarakat harus membangun konsolidasi agar kualitas data semakin baik.
Konsolidasi juga telah dilakukan dengan Pemda DIY. Dalam koordinasi tersebut, masing-masing pihak menjelaskan persoalan yang ditemukan di lapangan.
"Tidak ada istilah memojokkan siapa pun. Tidak ada," tandasnya.
Menurutnya, BPS juga perlu menjelaskan kepada masyarakat mengenai data sosial ekonomi yang digunakan pemerintah. Penjelasan tersebut dapat disampaikan melalui berbagai kanal.
"Masyarakat juga memiliki ruang untuk melakukan pengecekan secara mandiri terhadap data mereka," jelasnya.
Endang menambahkan, proses pembaruan data saat ini juga berkaitan dengan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.Menurutnya, pendataan tersebut penting karena struktur ekonomi Indonesia untuk satu dekade ke depan akan dibangun berdasarkan data yang dikumpulkan.
Dalam Sensus Ekonomi 2026 di DIY, BPS mendata sekitar 606.000 pelaku usaha yang melibatkan 4.082 petugas lapangan. Pendataan ini mencakup usaha formal, UMKM sekitar 596.000 unit hingga aktivitas ekonomi rumah tangga secara door-to-door.
Ia berharap hasil Sensus Ekonomi 2026 dapat menjadi fondasi untuk membaca struktur ekonomi dalam10tahun mendatang. Karena itu, Endang kembali menekankan pentingnya konsolidasi dan kualitas data.
Baca Juga: Yogyakarta Diserbu 38 Juta Wisatawan Nusantara di 2024, Kabupaten Sleman Catat Kunjungan Terbanyak
"Kita ingin struktur ekonomi itu akan dibangun dari sini, Sensus Ekonomi 2026," ujarnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Jokowi Tak Lagi Optimis Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra Respons Santai: Pilpres Masih Jauh
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
- Jokowi Tampak Tak Lagi Optimistis Gibran Jadi Pasangan Prabowo di Pilpres 2029
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
Unisa Festival 2026: Salurkan Donasi Rp20 Juta ke UMKM Disabilitas hingga Dukung Beasiswa Mahasiswa
-
BRI Tambah Reksa Dana Pendapatan Tetap dan Indeks Saham Berbasis ESG
-
BRI Berikan Privilege Nonton Eksklusif Buy 1 Get 2 Ticket di The Premiere Cinema XXI
-
BRI x Prodia: Pilihan Layanan Kesehatan Eksklusif untuk Nasabah BRI Prioritas serta BRI Private
-
161 Bank di Indonesia Bertumbangan, 3 di Antaranya dari Jogja! Cek Masalahnya