- BPPTKG melaporkan delapan guguran lava Gunung Merapi meluncur sejauh 1,7 kilometer ke barat daya pada Sabtu dini hari.
- Gunung Merapi di perbatasan DIY dan Jawa Tengah hingga kini masih berstatus Level III atau Siaga.
- Suplai magma yang terus berlangsung memicu potensi bahaya awanpanas dan guguran lava di sejumlah alur sungai.
SuaraJogja.id - Aktivitas Gunung Merapi masih menunjukkan adanya pergerakan magma yang perlu diwaspadai. Dalam periode pengamatan Sabtu (5/9/2026) dini hari hingga pagi, delapan kali guguran lava tercatat meluncur ke arah barat daya dengan jarak maksimum mencapai 1,7 kilometer.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat aktivitas tersebut dalam laporan pengamatan Gunung Merapi periode 00.00-06.00 WIB.
Gunung Merapi yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah hingga kini masih berstatus Level III atau Siaga.
Selain guguran lava, aktivitas kegempaan Merapi juga masih terpantau. Dalam enam jam pengamatan, tercatat 17 kali gempa guguran dengan amplitudo 2-14 mm dan durasi 17,96-105,51 detik.
Kemudian, terjadi 10 kali gempa hybrid atau fase banyak dengan amplitudo 2-32 mm, S-P 0,3-0,8 detik dan durasi 15,11-55,18 detik.
Yang menjadi perhatian, data pemantauan menunjukkan suplai magma ke Gunung Merapi masih berlangsung. Kondisi tersebut dinilai dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di kawasan yang masuk dalam daerah potensi bahaya.
Lava Mengarah ke Kali Sat dan Krasak
Secara visual, Gunung Merapi terpantau jelas. Asap kawah bertekanan lemah berwarna putih dengan intensitas tebal terlihat mencapai sekitar 15 meter di atas puncak kawah.
Sementara itu, delapan guguran lava yang teramati meluncur ke sektor barat daya, yakni menuju Kali Sat/Putih dan Kali Krasak.
Baca Juga: Satu Armada Tembus Rata-rata 3 Kali Perjalanan Sehari, Libur Natal Wisata Jip Merapi Bawa Berkah
Jarak luncur maksimum tercatat mencapai 1.700 meter.
Aktivitas tersebut menjadi pengingat bahwa material vulkanik Merapi masih bergerak dan masyarakat yang berada di sekitar alur sungai berhulu di Merapi perlu meningkatkan kewaspadaan.
Berdasarkan rekomendasi pemantauan, potensi bahaya guguran lava dan awanpanas berada di sejumlah sektor.
Pada sektor selatan-barat daya, potensi bahaya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, Sungai Bedog, Krasak dan Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer.
Sementara pada sektor tenggara, potensi bahaya meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol sejauh 5 kilometer.
Adapun jika terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik berpotensi mencapai radius 3 kilometer dari puncak Merapi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gus Kikin Pimpin PBNU, Antara Satire 'Salah Dalil' hingga Guyon 'PWNU Jatim Cabang Jakarta'
- 8 Sepatu Jalan untuk Komuter KRL dan MRT yang Empuk dan Awet
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 3 September 2026, Kesulitan Karier dan Keuangan Segera Berakhir
- Emil Audero Salah Pilih Klub? Pemerintah Serang Rayo Vallecano: Klub Gak Mampu
- Perbedaan Sunscreen Sejuta Umat Azarine vs Facetology, Bagus Mana?
Pilihan
-
Muncul Kubah Lava Baru di Gunung Anak Krakatau, PVMBG Jawab Kekhawatiran Potensi Tsunami
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Tengah Malam: Fenomena Lava Air Mancur Muncul
-
Gunung Anak Krakatau Meletus Abu Membubung 15 Km, BMKG Jepang Pantau Ancaman Tsunami
-
Gempa M 5,3 Guncang Cilacap Siang Ini, Getaran Terasa hingga DIY dan Jabar
-
Api Masih Merah! 105 Personel Cari Korban Kebakaran Apartemen Pavilion Tanah Abang yang Terjebak
Terkini
-
8 Kali Guguran Lava Meluncur 1,7 Km, Suplai Magma Merapi Masih Berlangsung
-
Gempa Cilacap Guncang Perjalanan KA, 20 Kereta di Daop 6 Yogyakarta Mendadak Berhenti
-
30 Ribu Lebih Penerima Bansos DIY Terindikasi Judol, OJK Bongkar Potensi Mata Rantai dengan Pinjol
-
Apresiasi Nasabah di Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Siapkan Promo Spesial
-
Sempat Alami Gejala Keracunan Usai Santap MBG, Puluhan Siswa di Sleman Akhirnya Kembali Bersekolah