Limbah Cucian Bikin Malioboro Kumuh, Warga Bikin Gerakan Ini

Reza Gunadha
Limbah Cucian Bikin Malioboro Kumuh, Warga Bikin Gerakan Ini
Suasana Jalan Malioboro pascapenataan menjadi kawasan semipedestrian. [Antara]

"Masalah kumuh itu menyangkut penampilan, kemarin Jumat malam sudah melaunching design baru lesehan itu seperti apa.

Suara.com - Puluhan warga yang tergabung dalam Paguyuban Kawasan Malioboro menggelar Ujicoba Total Care Kebersihan Malioboro bertajuk Jaga Kebersihan Lihat Sampah Ambil (Jaka-Lisa). Kegiatan ini bertempat di depan gerbang Kepatihan kantor Gubernur DIY pada Minggu (7/7/2019).

Presidium Paguyuban Kawasan Malioboro Sujarwo, mengatakan konsep total care kebersihan Malioboro telah disusun pihaknya sehingga sudah siap diaplikasikan selama setahun ke depan.

"Konsep yang kita berikan itu adalah konsep yang ready to use, dan ini menurut saya solusi terbaik untuk keberhasilan Malioboro," katanya kepada awak media Minggu (7/7/2019)

Setelah uji coba dilakukan secara bertahap ini berhasil tambah Sujarwo, pihaknya akan menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah untuk diterapkan secara penuh.

"Tahapan satu adalah tahapan di mana kami menjaga kebersihan Malioboro tiap jengkalnya, sembari kita bangun budaya bersihnya, pelan-pelan fasilitasnya kita penuhi, kemudian tahap ke dua setelah satu tahun mulai (kita serahkan ke pemerintah)," tambahnya

Menurut Sujarwo ada dua permasalahan utama yang harus diselesaikan terkait kebersihan Malioboro. Pertama masalah penampilan Malioboro yang semakin kumuh. Kemudian yang kedua masalah sampah yang harus ditangani mulai dari sumbernya.

Untuk itu pihaknya telah melaunching desain baru terkait lesehan bagi pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang jalan Malioboro pada pada Jumat (5/7/2019) lalu. Sementara sumber kekumuhan sendiri kata Sujarwo berasal dari limbah cucian para pedagang itu sendiri.

"Masalah kumuh itu menyangkut penampilan, kemarin Jumat malam sudah melaunching design baru lesehan itu seperti apa. Kemudian hari ini bicara masalah sampah termasuk sumbernya dalam konsep total care kita tangani," paparnya

Senada dengan Sujarwo, ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (UCY) Difla Najeh memaparkan bahwa konsep Total Care Malioboro sudah di susun sejak April lalu melibatkan berbagai pihak termasuk mahasiswa mancanegara.

"Kami diminta untuk melakukan survei pembuat satu konsep mengenai totalcare ini sejak April. kemudian saya sebagai ketua LPPM melakukan penelitian dan waktu itu ada beberapa mahasiswa asing juga ikut," katanya

Adapun konsep yang ditawarkan adalah konsep yang memperbaiki terutama tarkait cara pandang. Dalam konsep total care Malioboro dipandang  sebagai sebuah mall besar sehingga harus dijaga tiap jengkal.

Dari situ, setiap hari 80 petugas kebersihan diturunkan untuk diberikan shift dengan 5 sampai 8 orang pershiftnya. Kemudian para petugas tersebut akan ditugaskan membersihkan sampah dan limbah termasuk sumbernya.

Kontributor : Rahmad Ali

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS