Dianggap Hina Profesor Tua, Rektor UIN Suka Tantang Menristekdikti

Pernyataan Nasir tersebut justru menunjukkan menristek tidak beretika.

Chandra Iswinarno
Senin, 05 Agustus 2019 | 16:20 WIB
Dianggap Hina Profesor Tua, Rektor UIN Suka Tantang Menristekdikti
Rektor UIN Sunan Kalijaga Yudian Wahyudi. [Suara.com/Putu Ayu P]

SuaraJogja.id - Rektor UIN Sunan Kalijaga (Suka) Yudian Wahyudi menantang Menristekdikti M Nasir, lantaran dianggap menghina para profesor yang usianya sudah tidak muda lagi saat pengukuhan guru Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto di Universitas Negeri Semarang (Unnes) pada 24 Juli 2019 lalu.

Dalam kesempatan itu, Menristek M Nasir mengungkapkan profesor tua kecil manfaatnya bagi negara.

"Saya sedang mengritik menristek dikti yang mengatakan, kalau profesor tua itu manfaatnya untuk negara kurang. Ini sangat berbahaya. Statemen ini sangat berbahaya," papar Yudian di UIN Sunan Kalijaga, Senin (5/8/2019).

Menurut Yudian, statemen Nasir menandakan ketidakmengertian bahwa ilmu itu semakin tua semakin tinggi. Pernyataan Nasir tersebut juga justru menunjukkan menristek tidak beretika.

Baca Juga:Menristek Ingin Rekrut Rektor Asing, Politikus Demokrat Beri Sindiran

Sebagai profesor yang sudah senior dan menjadi doktor selama 32 tahun, Yudian menantang Menristek menunjukkan jurnal-jurnal yang memiliki kemanfaatan besar bagi negara.

Apabila jurnal milik Nasir lebih hebat dan pengaruhnya lebih besar dari jurnal yang dibuat Yudian, maka Yudian bersedia turun dari jabatannya sebagai rektor. Sebagai profesor, Yudian pernah menulis 53 buku yang berasal dari Arab, Inggris dan Prancis.

"Saya sudah sampai Harvard, sudah nulis 53 buku dari Arab, Inggris, Perancis, ke Bahasa Indonesia dan terbit di Oxford, saya membandingkan 3 negara dalam disertasi saya. Saya menjadi profesor di Amerika. Disini M Nasir sebagai pribadi tidak mengerti. Maka saya tantang betul jurnal dalam bidang masing-masing. Kalau jurnalnya lebih hebat dari saya, dan pengaruhnya lebih hebat dari saya, saya turun dari Rektor," katanya.

Yudian menambahkan, penyiapan dosen-dosen muda untuk jadi doktor dan guru besar sebenarnya tidak masalah. Namun pemerintah tidak perlu tergesa-gesa.

"Oke doktor (usia) 32 tahun itu bagus, planning bagus, tapi jangan menyebut kata yang terakhir, kalau tua kurang manfaat untuk negara," katanya.

Baca Juga:Wacana Menristek Pakai Rektor Asing, Menkeu: Tak Masalah, Asal Terbuka

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak