Indeks Terpopuler News Lifestyle

Berburu Foto dan Senja di Atas Jembatan Bendungan Kamijoro

Chandra Iswinarno Kamis, 22 Agustus 2019 | 02:40 WIB

Berburu Foto dan Senja di Atas Jembatan Bendungan Kamijoro
Suasana di area Bendungan Kamijoro. [Suara.com/Julianto]

Bendungan Kamijoro menjadi destinasi wisata baru di perbatasan Kabupaten Bantul dan Kulon Progo.

SuaraJogja.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Istimewa Yogyakarta berencana memaksimalkan fungsi Bendungan Kamijoro yang berada di Sungai Progo, tepatnya di perbatasan antara Kabupaten Kulon Progo dengan Kabupaten Bantul. Bendungan Kamijoro selama ini juga sudah memiliki peranan yang sangat vital dalam aktifitas pertanian di Kabupaten Bantul dan juga Kulonprogo.

Gubernur DIY Sri Sultan HB X menuturkan erupsi Merapi tahun 2004 dan 2010 yang lalu memang mengakibatkan banyak mata air yang berasal dari Lereng Merapi hilang. Sungai Progo menjadi salah satu sungai yang masih memiliki debit air cukup banyak yang melewati sebagian sisi barat DIY.

Menjadi pekerjaan rumah yang cukup berat bagi pemerintah DIY untuk menyediakan air bersih di wilayah mereka. Saat ini pemerintah memang tengah berusaha keras untuk memenuhi kebutuhan air bersih atau Air Baku demi kepentingan warga akibat banyaknya mata air di lereng Merapi yang hilang diterjang erupsi Gunung Merapi.

Pemprov tengah menyiapkan kerjasama pemerintah dengan badan usaha (PKBU) untuk sistem penyediaan air minum (SPAM) regional Kamijoro. Keberadaan SPAM Kamijoro tersebut sangat penting untuk memenuhi kebutuhan air bersih terutama berkaitan dengan beroperasinya Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo.

"Tahun 2025 mendatang pemerintah harus menyediakan suplai air 25.000 hingga 27.000 liter per detik sebab diperkirakan jumlah penduduk di mencapai 4 juta jiwa. Ini merupakan tantangan yang cukup berat,"tuturnya di Kompleks Kepatihan Yogyakarta pada Rabu (21/8/2019).

Terkait hal tersebut Gubernur Sri Sultan HB X menandatangani perjanjian induk tentang penyediaan fasilitas penyiapan proyek dan pendampingan transaksi bersama Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Republik Indonesia Luky Alfirman.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman Pemprov DIY Bibit Arifriaidin mengungkapkan, Bendungan Kamijoro merupakan peninggalan bersejarah zaman penjajahan Belanda di Indonesia puluhan tahun yang lalu. Oleh Pemerintahan Hindia Belanda, Bendungan Kamijoro didesain mampu mengaliri ribuan hektar lahan pertanian di Kabupaten Bantul dan Kulon Progo.

Pada sisi Timur yang masuk ke wilayah Kabupaten Bantul ada intake atau sudetan Sungai Progo. Intake ini memiliki peran yang sangat vital bagi lahan pertanian di Kabupaten Bantul. Sebab melalui intake ini, Sungai Progo dapat dialirkan ke lahan pertanian di empat kecamatan meliputi Pajangan, Srandakan, Sanden dan sebagian Kretek.

"Di sisi barat juga ada intake-nya, tetapi itu masuk wilayah Kabupaten Kulonprogo," katanya.

Tak hanya perannya yang sangat vital bagi lahan pertanian di Kabupaten Kulon Progo dan kabupaten Bantul, Bendungan Kamijoro kini juga telah berubah menjadi destinasi wisata yang cukup digemari masyarakat.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait