Dari Papua hingga RUU P-KS, Ini Orasi Mahasiswi Sanata Dharma

Chandra Iswinarno | Praba Mustika
Dari Papua hingga RUU P-KS, Ini Orasi Mahasiswi Sanata Dharma
Demo Gejayan Memanggil (Suara.com/Praba)

Selain menolak RUU KUHP, ia juga mendesak DPR untuk mengesahkan RUU P-KS dan polemik di Papua.

Suara.com - Massa berhenti di depan Pacific Building mendengarkan orasi dari mahasiswi Sanata Dharma. Peserta aksi Gejayan Memanggil 2 berhenti sejenak di seberang Pacific Building, Jalan Laksda Adisucipto.

Di atas mobil pikap seorang mahasiswi Universitas Sanata Dharma mendapat kesempatan berorasi. Orasi dibuka dengan teriakan yel-yel yang disambut dengan peserta mahasiswa.

Selain menolak RUU KUHP, ia juga mendesak DPR untuk mengesahkan RUU P-KS dan polemik di Papua.

"Kawan-kawan, teriakan 'Sahkan RUU P-KS'," katanya.

Isu terkait kerusuhan Papua pun turut disinggung orator. Ia menyoroti tindakan represif dan kekerasan terhadap masyarakat Papua.

Usai berorasi, yang berlangsung selama 10 menit itu massa kembali melakukan long march menuju titik kumpul terakhir di pertigaan Gejayan.

Untuk diketahui, Aksi Gejayan Memanggil 2 diikuti oleh mahasiswa, buruh, tani, masyarakat umum hingga pelajar STM. Sebelum menggelar long march, massa berkumpul di beberapa titik konsentrasi di Yogyakarta seperti di Bundaran Universitas Gajah Mada atau UGM.

Mereka yang berseragam identitas kampus turut membentangkan poster protes revisi undang-undang bermasalah dan berbagai kritik untuk DPR.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS