Merapi Berstatus Waspada Terpanjang, Ini Kata Kuncen Turunan Mbah Marijan

Merapi berstatus waspada sejak pertengahan tahun lalu.

Galih Priatmojo
Jum'at, 27 Desember 2019 | 17:15 WIB
Merapi Berstatus Waspada Terpanjang, Ini Kata Kuncen Turunan Mbah Marijan
Luncuran awan panas dari puncak Gunung Merapi terlihat dari Balerante, Klaten, Jawa Tengah, Senin (18/2). ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah

SuaraJogja.id - Gunung Merapi saat ini sedang mengantongi status Waspada dengan durasi terpanjang ketimbang status yang disematkan pada periode aktivitas Merapi di tahun-tahun sebelumnya.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) Yogyakarta, Akhmadi membenarkan kondisi tersebut. Sehingga, hal itu menjadi perhatian BTNGM, karena kondisi itu memberikan dampak ke masyarakat. Terutama terkait jalur pendakian.

"Merapi itu punya karakter tersendiri. Kita tak bisa memaksakan. Maka, kami terus kami pendekatan dan sosialisasi ke masyarakat. Tapi saya kira hal itu juga sudah sangat dipahami masyarakat," tutur dia, dijumpai pada Jumat (27/12/2019).

Keunikan gunung Merapi, membuatnya seakan tak mudah ditebak. Ia melihat, seolah-olah ada siklus yang berlaku dalam aktivitas Merapi. Misalnya terhitung sejak adanya letusan besar pada 2010. Yang kemudian diperkirakan sepuluh tahun setelah itu, juga tak ada letusan besar.

Baca Juga:Kasus Narkoba di Sleman Meningkat Tajam, 17 Pemakainya Berstatus Anak SD

"Tapi kita juga tidak tahu, diamnya Merapi saat ini itu memang aman, sedang mengumpulkan energi atau bagaimana?," ucapnya.

Juru kunci Merapi Mbah Asih putra dari Mbah Marijan. [Uli Febriarni / Kontributor]
Juru kunci Merapi Mbah Asih putra dari Mbah Marijan. [Uli Febriarni / Kontributor]

Di tempat terpisah, juru kunci Merapi, Mas Bekel Anom Suraksosihono atau yang kerap disapa Mbah Asih, mengatakan, status waspada yang begitu panjang, yang dimiliki Merapi tak memberikan pengaruh terlalu signifikan terhadap aktivitas masyarakat. Karena mereka sudah memahami kondisi Merapi.

Berbeda halnya, ketika ada sebuah kejadian atau aktivitas tertentu dari gunung Merapi. Maka, tentu kondisi itu jelas akan berpengaruh, misalnya bila ada sedikit letusan.

"Karena masyarakat jadi tahu 'Wah ini Merapi meletus', jadi harus hati-hati, waspadanya itu ya seperti itu, harus hati-hati. Memang sudah risiko hidup di lereng gunung yang aktif. Intinya kalau terjadi sesuatu, kalau itu diperkirakan membahayakan, ya lebih baik lari atau menjauh," ungkapnya.

Kontributor : Uli Febriarni

Baca Juga:Sulit Ungkap Pelaku, Kasus Molotov Gamping Masuk Prioritas Polres Sleman

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak