Virus Corona Mewabah, Bantul Pantau Kuliner Kelelawar dan TKI di China

Berbagai media yang berpotensi menyebarkan virus ini juga akan dipantau secara ketat oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul.

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Senin, 27 Januari 2020 | 17:37 WIB
Virus Corona Mewabah, Bantul Pantau Kuliner Kelelawar dan TKI di China
Kuliner ekstrem di Yogyakarta. (Instagram/@ipang_ifan)

SuaraJogja.id - Merebaknya virus corona Wuhan di Kota Wuhan, China mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul untuk turut melakukan langkah kesiapsiagaan dan juga antisipatif. Pemkab Bantul telah melakukan sosialisasi kepada Puskesmas untuk memantau masyarakat yang diketahui melakukan perjalanan ke negara endemik dan juga menyiapkan ruang isolasi di RSUD Panembahan Senopati.

Pemkab Bantul juga berencana akan mendatangi lokasi-lokasi kuliner yang yang menyajikan menu kelelawar sebagai andalannya. Sebab, di Bantul memang ada beberapa tempat yang menjual kuliner berbahan daging kelelawar dengan alasan untuk pengobatan.

Kepala Dinas Pertanian Pangan, Peternakan, Perikanan, dan Kelautan (Diperpautkan) Bantul Joko Waluyo menuturkan, meskipun kelelawar bukan ranah dari dinas yang ia pimpin karena bukan merupakan sumber makanan, tetapi karena sudah ada potensi yang membahayakan, maka pihaknya akan mencoba mendatangi pedagang kuliner kelelawar tersebut.

"Kita akan coba melakukan pendekatan," tutur Joko di Kompleks Pemkab Bantul, Senin (27/1/2020).

Baca Juga:Heboh Corona, Maskapai Indonesia Wajib Sterilisasi Kabin Sebelum Terbang

Pihaknya akan berupaya melakukan sosialisasi terhadap potensi timbulnya virus corona Wuhan dari kuliner kelelawar tersebut. Apalagi, seperti yang santer dikabarkan selama ini, virus corona Wuhan diduga timbul dari menu kuliner kelelawar yang banyak dikonsumsi oleh warga Wuhan.

Pemkab Bantul pun tidak ingin kecolongan terhadap pemicu virus Corona Wuhan ini, sehingga langkah kesiapsiagaan tersebut sangat diperlukan untuk meminimalisasi potensi penyebaran virus corona Wuhan ini. Berbagai media yang berpotensi menyebarkan virus ini juga akan dipantau secara ketat oleh Pemkab Bantul.

"Kita belum tahu persis berapa penjual kuliner kelelawar, tetapi akan kita datangi," tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bantul Hilmi Jamharis menambahkan, warga Bantul juga ada yang bekerja sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI)di wilayah China. Namun jumlahnya berapa, Hilmi mengaku belum mengetahui secara pasti.

Untuk itu, pihaknya akan melakukan pendataan terkait warga Bantul yang bekerja di China sebagai TKI. Pendataan tersebut juga sangat penting dilakukan untuk mengetahui riwayat keturunan dari para TKI tersebut dalam beberapa bulan terakhir.

Baca Juga:NasDem Santai Dihujat Pajang Foto Luthfi: Biar Saja, Bukan Kami yang Bikin

"Ya memang ada yang bekerja di sana [China)], tetapi jumlahnya berapa, kita masih data," ungkapnya.

Kontributor : Julianto

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak