Tak hanya Silvi, seorang warga Yogyakarta, Anton Budiarto (38), tak menyangka ada sungai yang cukup bersih di Jogja. Pasalnya, selama dia berkunjung ke beberapa kampung di Jogja, sungai yang mengalir tak terurus dan hanya sebagai sungai biasa.
"Di sini berbeda, jadi masyarakatnya cukup peduli bahwa sungai atau irigasi ini perlu diperhatikan. Uniknya, mereka bisa memanfaatkan untuk pemberdayaan mereka sendiri. Tadi saya lihat mereka makan bersama-sama dengan ikan yang mereka budidayakan di sana," ungkap Anton.
Lurah Giwangan Anggit Syafruddin menerangkan bahwa Kampung Mrican menjadi target pemerintah untuk mengentaskan kawasan kumuh, sehingga program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) masuk ke kampung setempat untuk mengubah kampung menjadi lebih bersih.

"Sebelumnya memang banyak tumpukan sampah di sini. Bahkan orang enggan memberi perhatian ke lokasi ini. Nah saat itu pemerintah datang membersihkan dan membenahi kawasan tersebut. Setelah selesai, masyarakat berinisiatif bahwa lokasi ini tak berhenti hanya sampai pembenahan lokasi. Karena melihat ada potensi, yaitu aliran irigasi yang bisa dimanfaatkan, akhirnya warga berembuk dan menjadikan lokasi ini sebagai kawasan wisata," terang Anggit.
Baca Juga:Jack Grealish Siap Terima Pinangan Manchester United pada Musim Panas 2020
Ide yang tercetus dari para pemuda ini, lanjut Anggit, dapat menjadi percontohan kampung lainnya untuk memberdayakan atau mengubah lokasi tempat tinggalnya menjadi lebih indah, sehingga generasi muda dapat memberikan manfaat untuk anak cucunya ke depan.