Burung Mahal di Solo Dikerudungi gegara Hujan Abu Erupsi Merapi

Hal itu mereka lakukan karena khawatir kejadian pascaletusan Gunung Kelud pada 2014 terulang.

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Rabu, 04 Maret 2020 | 08:07 WIB
Burung Mahal di Solo Dikerudungi gegara Hujan Abu Erupsi Merapi
[Ilustrasi] Pasar Burung Pramuka, Jakarta Timur, Sabtu (9/1).

SuaraJogja.id - Hujan abu vulkanis dampak erupsi Gunung Merapi pada Selasa (3/3/2020) pagi membuat waspada para pedagang burung di Pasar Burung dan Ikan Depok Solo. Sebab, tak hanya menganggu kesehatan burung, kematian juga bisa terjadi akibat abu vulkanis itu.

Ketua Paguyuban Pasar Burung dan Ikan Depok Solo, Suwarjo, mengatakan bahwa sebelum hujan abu mengguyur Kota Solo, mulanya para pedagang menjemur burung-burungnya di depan kios. Namun, ketika terpantau hujan abu, mereka bergegas mengevakuasi burung-burung ke dalam kios.

Burung-burung mahal, atau seharga lebih dari Rp1juta, lantas dikerudungi. Burung tersebut antara lain burung murai batu, cucak rawa, dan poksai. Hal itu mereka lakukan karena khawatir kejadian pascaletusan Gunung Kelud pada 2014 terulang.

"Belajar dari dampak letusan Gunung Kelud lalu, banyak burung yang mati akibat terpapar abu atau tempat minum burung kemasukan abu. Kami segera menginformasikan kepada seluruh pedagang untuk menjaga kesehatan burung karena abu ini mudah menganggu kesehatan khususnya pernafasan burung," ujarnya saat dijumpai Solopos.com -- jaringan SuaraJogja.id -- di sela-sela kegiatannya, Selasa.

Baca Juga:Suami Beli Masker Satu Boks Rp 550 ribu, Donita: Gila Yah!

Suwarjo menyebutkan, mengerudungi burung menjadi satu-satu jalannya untuk menjaga burung tidak mudah stres dan membuat burung macet atau enggan berkicau. Ia menerangkan pula, 360-an pedagang tanggap mengevakuasi burung hingga hujan abu reda dan seluruh burung masih dalam kondisi sehat.

Menurutnya, meski tidak terlalu berpengaruh pada kesehatan burung, tetapi hujan abu kali ini sedikit berpengaruh pada jumlah pembeli. Ia menjelaskan, penurunan jumlah pengunjung pasar disebabkan, warga enggan keluar rumah karena kesulitan memperoleh masker.

Sementara itu, pedagang burung lainnya, Muh Faesol, mengatakan bahwa hujan abu kali ini tidak terlalu berpengaruh bagi kondisi kesehatan burung. Namun, sebagai langkah antisipasi, burung jualannya disimpan di dalam kios.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak