Solo Hujan Abu Erupsi Merapi, BPBD Bagi-Bagi Masker di Slamet Riyadi

Seorang warga Manahan, Banjarsari mengatakan, hujan abu menjadikan sejumlah kendaraan dan mobil yang diparkir di jalan berdebu.

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Selasa, 03 Maret 2020 | 16:13 WIB
Solo Hujan Abu Erupsi Merapi, BPBD Bagi-Bagi Masker di Slamet Riyadi
Hujan abu di Pucangan, Kartasura, Sukoharjo. - (M. Ferri Setiawan/Solopos)

SuaraJogja.id - Abu vulkanik yang dilontarkan Gunung Merapi, setelah erupsi pada Selasa (3/3/2020) pukul 5.22 WIB terembus dari perbatasan Jawa Tengah dan DI Yogyakarta sampai ke Kota Solo, Jawa Tengah. Akibatnya, debu menutupi jalanan di Solo.

Hujan abu tersebut lantas menganggu warga di sejumlah jalan protokol di Kota Solo, terutama pengendara sepeda motor. Menurut Slamet (55), warga Manahan, Banjarsari, hujan abu menjadikan sejumlah kendaraan dan mobil yang diparkir di jalan berdebu.

Sejumlah pengendara sepeda motor terlihat mengenakan masker dan kacamata sebagai antisipasi hujan abu.

"Masyarakat Solo kelihatan sudah terbiasa, karena sebelumnya pada saat Gunung Kelud meletus pada 2014, abunya sampai ke Solo dengan kondisi lebih parah," kata Slamet, dikutip dari ANTARA.

Baca Juga:Diambil dari 35 RS, Kemenkes Telisik 155 Spesimen Pasien Suspect Corona

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surakarta Eko Prajudi Noer Ali mengatakan, pihaknya mengantisipasi hujan abu dengan membagikan sebanyak 2.000 masker kepada masyarakat di sepanjang Slamet Riyadi Solo.

"Kami melihat Solo hujan abu, kami langsung menurunkan petugas BPBD untuk membagikan masker kepada pengguna jalan di sepanjang Slamet Riyadi," ungkap dia.

Di samping itu, pihaknya mengimbau agar masyarakat tetap tenang, berhati-hati, dan waspada terhadap hujan abu dari Merapi. Masyarakat pun diimbau tetap menggunakan masker dan kacamata jika bepergian.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mengungkapkan, terjadi erupsi Gunung Merapi pada Selasa (3/3/2020) sekitar pukul 05.22 WIB. Badan Geologi yang berada di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini mencatat, erupsi tersebut memiliki amplitudo 75 mm dan durasi 45 detik.

Kolom asap letusan gunung api di perbatasan Jawa Tengah dan DI Yogyakarta ini mencapai 6.000 m, atau 6 km, dari puncak. Selain itu, pascaerupsi Merapi mengeluarkan awan panas guguran ke arah hulu Kali Gendol dengan jarak maksimal 2 km.

Baca Juga:Ini Fitur-Fitur Mobil yang Berguna Saat Hujan

Menyusul erupsi, hujan abu turun di sejumlah wilayah di sekitar DIY, antara lain Kabupaten Boyolali, Klaten, Sukoharjo, juga Kota Solo.

"Kalau melihat beberapa erupsi terakhir pasca-2018, yang menaikkan status ke waspada itu, ini juga lumayan ada kenaikan, tapi status saat ini masih waspada, sejak 21 Mei 2018," kata Sukarelawan Jaringan Informasi Lingkar Merapi (Jalin Merapi), Mujianto.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak