Sepi Tamu Akibat Corona, Marsono Rugi Rp15 Juta Hingga Terancam Nganggur

Marsono menyampaikan homestay miliknya sudah tidak beroperasi sejak 16 Maret lalu.

Galih Priatmojo
Kamis, 09 April 2020 | 13:51 WIB
Sepi Tamu Akibat Corona, Marsono Rugi Rp15 Juta Hingga Terancam Nganggur
Pemilik homestay di kawasan Gedongkiwo, Mantrijeron, Marsono menunjukkan salah satu ruang kamar di homestay yang disewakan, Kamis (9/4/2020). [Mutiara Rizka M / SuaraJogja.id]

SuaraJogja.id - Dampak wabah virus corona tak hanya menghantam hotel di Jogja tetapi juga penginapan berskala kecil seperti home stay. Pemilik Homestay di Gedongkiwo, Mantrijeron, Yogyakarta Marsono menyampaikan homestay miliknya sudah tidak beroperasi sejak 16 Maret lalu. 

Ia bersama pemilik homestay lainnya di Gedongkiwo memutuskan untuk menutup usahanya sementara demi mematuhi imbauan pemerintah terkait pencegahan penyebaran virus corona. 

Di kelurahan Gedongkiwo sendiri terdapat delapan homestay yang rata-rata dikelola secara mandiri oleh masyarakat. 

"Ya sesuai dengan anjuran pemerintah kita coba mengikuti. Meskipun edaran resmi belum terima," kata Marsono saat ditemui di homestay miliknya Kamis (9/4/2020). 

Baca Juga:Membekas, Cerita Menyentuh Glenn Fredly saat Haul Gus Dur di Jogja

Marsono menjelaskan, penurunan jumlah pengunjung sudah terjadi sejak awal Maret, kemudian terus menurun setelah sekolah diliburkan. 

Selain itu, ratusan tamu yang sudah melakukan pemesanan selama bulan april, melakukan pembatalan. Marsono mengatakan dalam sehari biasanya dia bisa menampung setidaknya 13 orang tamu. 

Selama tiga minggu belakangan, semenjak gencar disampaikannya imbauan dirumah saja, Marsono tidak menerima tamu sama sekali. 

Beberapa hari lalu, sempat ada tamu dari Sidoarjo yang berniat menyewa kamar miliknya. Namun ditolak berkaitan dengan himbauan untuk membatasi tamu dari luar daerah. 

Atas kesepakatan bersama dengan pemilik homestay lainnya, Marsono memutuskan menutup sementara homestay, meskipun belum ada edaran resmi dari Dinas Pariwisata untuk menutup usahanya. 

Baca Juga:Gelar Aksi Teatrikal, Buruh Jogja Kecam DPR jika Ngotot Bahas Omnibus Law

Ia juga menyampaikan, bahwa sebenarnya pihaknya juga sudah menyediakan tempat cuci tangan dan melakukan penyemprotan disinfektan secara berkala. 

"Perharinya kita rugi antara Rp450.000 sampai Rp500.000," kata Marsono.

Ia menjelaskan, jika kondisi ini terus berlanjut hingga bulan Juni mendatang saat musim liburan sekolah dan lebaran, kerugian secara materi diperkirakan akan meningkat antara Rp600.000 sampai Rp700.000. 

Selama homestaynya berhenti beroperasi, Marsono mengaku belum memiliki pemasukan sama sekali. 

Sebagai pensiunan pegawai salah satu universitas di Yogyakarta, menyewakan tempat tinggal menjadi satu-satunya mata pencaharian yang ia geluti saat ini. 

Ia juga menerangkan, seandainya kondisi ini berjalan lebih dari tiga bulan kemungkinan ia sudah tidak bisa bertahan. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak