Viral Video 6 Ciri Khas Jogja, Maba Perantau Merapat

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Viral Video 6 Ciri Khas Jogja, Maba Perantau Merapat
Tugu Pal Putih Kota Yogyakarta alias Tugu Jogja - (SUARA.com/Rosiana)

Di Jogja, mahasiswa biasanya makan di warmindo atau burjo.

SuaraJogja.id - Dikenal sebagai kota pelajar, banyak mahasiswa di Jogja yang berasal dari luar daerah. Jumlah mereka pun makin bertambah setiap musim pergantian tahun ajaran baru.

Sebuah video unggahan akun Instagram @putrisafira.a pun viral setelah diunggah akun Twtter @Jogja24Jam, Sabtu (16/5/2020). Video itu menunjukkan enam hal yang biasanya dianggap baru oleh mahasiswa baru (maba), khusunya yang merantau di Jogja.

Diiringi lagu "Jogja Istimewa" dari Jogja Hip Hop Foundation, di video ala TikTok itu, seorang perempuan berkerudung hitam membagikan enam ciri khas Jogja. Sambil tersenyum, ia menyodorkan tangan ke kamera tepat di bawah tulisan "Di Jogja amu bakal nemuin..."

Ciri khas Jogja pertama yang disebutkan di video itu yakni penyebutan APILL atau lampu lalu lintas. Di Jogja, warga lokal lebih sering mengenalnya dengan sebutan "bangjo".

Yang kedua, warga Jogja terbiasa menunjukkan lokasi atau rute jalan menggunakan arah mata angin. Kebiasaan ini tentu cukup sulit untuk dibiasakan bagi orang yang tak bisa menentukan arah mata angin tanpa kompas dan lebih terbiasa menggunakan petunjuk kiri dan kanan.

"Sunday morning sebutan pasar pagi di hari Minggu," lanjut @putrisafira.a di videonya. Kemudian, diikuti "Warmindo yang disebut burjo."

Selain itu, diungkapkan juga bahwa penjual gudeg di Jogja rata-rata baru buka saat tengah malam. Terakhir, kalimat "Suasana yang bisa bikin rindu" menutup video itu.

Video ciri khas Jogja - (Twitter/@Jogja24Jam)
Video ciri khas Jogja - (Twitter/@Jogja24Jam)

"Cerita seorang Maba? Via IG putrisafira.a," cuit @Jogja24Jam.

Video tersebut telah di-retweet lebih dari 600 kali dan disukai lebih dari 1.700 akun. Beberapa warganet menambahkan fakta lain tentang Jogja.

Beberapa dari mereka juga menyoroti pada penyebutan warmindo dan burjo di Jogja. Selain itu, ada pula yang justru salah fokus pada paras perempuan di video itu.

"Sama pasar kembang yang tidak menjual kembang," ungkap @Clstialrscal.

"Dulu disebut burjo karena ada menu bubur kacang hijau, karena sekarang menu burjo tidak ada, jadinya diganti warung makan Indomie (warmindo). Jadi kalau ada ngaku-ngaku maba 2019, tapi masih sebut burjo, berarti dia hoax, salam angkatan 2009," jelas @novintonMad.

"Terus mbaknya bisa ditemuin di mana?" kicau @budayabarat.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS