Kulon Progo Mulai Laksanakan Rapid Test Massal Selektif Pada Masyarakat

M Nurhadi | Hiskia Andika Weadcaksana
Kulon Progo Mulai Laksanakan Rapid Test Massal Selektif Pada Masyarakat
Seorang karyawan swalayan di Kulon Progo tengah mengikuti rapid test di UPT Labkesda Dinas Kesehatan Kabupten Kulon Progo, Selasa (19/5/2020). [Suarajogja.id / Hiskia Andika]

Plt Kepala Dinkes Kulon Progo, Sri Budi Utami mengatakan, pemeriksaan rapid test akan dilakukan selama dua hari.

SuaraJogja.id - Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo akhirnya menyelenggarakan rapid tes massal selektif Covid-19 untuk pedagang pasar dan karyawan beberapa karyawan pada Selasa (18/5/2020). Rapid test massal tersebut dilakukan untuk wilayah sekitar Sentolo, Wates dan Pengasih.

Terdapat empat titik yang akan digunakan dalam melakukan rapid test yakni Puskesmas Wates, Puskemas Sentolo 2, Puskesmas Pengasih 1 dibantu dengan Pengasih 2, serta UPT Labkesda Dinas Kesehatan Kabupten Kulon Progo.

Dari pantauan SuaraJogja.id, di UPT Labkesda Dinas Kesehatan Kulon Progo yang menjadi salah satu tempat pelaksanaan rapid test massal sudah terlihat masyarakat sudah mengantre sejak pagi sesuai dengan undangan yang mereka dapat. Undangan sendiri dibagi dua sesi yakni pertama pukul 08.00 - 09.00 WIB dan kedua pada pukul 10.30 - 11.30 WIB.

Plt Kepala Dinkes Kulon Progo, Sri Budi Utami mengatakan, pemeriksaan rapid test akan dilakukan selama dua hari. Pelaksanaannya sendiri dilakukan secara terbatas hanya kepada 500 warga diutamakan pedagang dan karyawan swalayan serta sebagian pengunjung.

Total ada tiga pasar tradisional yang akan dijadikan pengambilan sampel, yakni di Pasar Wates, Pasar Bendungan, Pasar Sentolo. Sedangkan empat lainnya merupakan toko besar di Kulon Progo seperti Toko Sidoagung, Toko HW, Toko WS dan Toko Busana Bu Madyo.

"Pemilihan beberapa tempat tersebut bukan apa-apa karena memang pengunjungnya banyak jadi kita mengambil dari sisi resiko penularannya yang cukup besar," kata Sri Budi, Selasa (19/5/2020).

Ditegaskan Sri Budi, kegiatan ini sebagai langkah kewaspadaan untuk menekan angka penularan Covid-19 di Kulon Progo. Alasan lain diadakannya rapid test massal tersebut, Sri Budi berpendapat klaster di DIY kian meluas. Terlebih lagi, yang terbaru ada klaster Indogrosir yang berkaitan erat dengan masyarakat Kulon Progo.

apabila nantinya ditemukan kasus reaktif dari hasil rapid test tersebut, Sri Budi menuturkan, akan menyiapkan ruang isolasi yang dikoordinasikan denganpihak kalurahan atau kapanewon yang bersangkutan. 

"Jadi kita kembalikan ke warga masing-masing, jika nanti warganya dari luar kita akan komunikasi dengan Pemkab setempat," ujarnya.

Untuk hasil rapid test massal, hasilnya akan bisa dilihat pada siang hingga sore di hari yang sama. Berkaitan dengan hasil yang non-reaktif, nantinya hanya akan dilakukan pengetesan kembali pada tanggal 2 dan 3 Juni mendatang.

Salah satu karyawan swalayan di Kulon Progo, Setya Yuli mengaku, menerima undangan rapid test massal dari tempatnya bekerja. Menurutnya, sejauh ini di lingkungan kerjanya tidak ada yang terindikasi reaktif atau bahkan positif Covid-19.

"Iya ini sebagai langkah antisipasi saja, khawatir juga tidak soalnya saya dan teman-teman kerja juga sudah mengikuti anjuran dari pemerintah. Tinggal berdoa saja supaya hasilnya baik atau non-reaktif semua," ujarnya.

Yuli menyebut, pada tes hari ini hanya mengisi data diri lalu diambil sampel darahnya, terkait hasilnya ia mengatakan akan diinformasikan lebih lanjut.

Jika hasilnya reaktif akan ada pihak yang menghubungi untuk dilakukan langkah antisipasif selanjutnya, untuk hasil non-reaktif pihaknya akan diminta untuk melakukan tes kedua pada tanggal 2 Juni mendatang.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS