alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Viral Starter Pack Jadi Orang Jogja, Kompas Berjalan Paling Bikin Heboh

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana Sabtu, 06 Juni 2020 | 14:26 WIB

Viral Starter Pack Jadi Orang Jogja, Kompas Berjalan Paling Bikin Heboh
Starter pack jadi orang Jogja - (Twitter/@Torriosh/@PenjahatGunung)

Dari video itu, ada empat gaya bicara yang melekat pada kehidupan orang Jogja menurut @Torriosh.

SuaraJogja.id - Di setiap daerah, pasti terdapat kebiasaan unik dari warganya yang berbeda dari daerah lain, tak terkecuali Jogja. Bahkan, karena banyaknya perantau di Jogja, ciri khas warga setempat pun mulai dikenal luas di seluruh Indonesia.

Sampai-sampai, seorang warganet membuat video "starter pack" menjadi orang Jogja, alias poin-poin yang menggambarkan kebiasaan orang Jogja. Video itu diunggah akun @Torriosh di Twitter dan menjadi viral setelah dibagikan @PenjahatGunung, Jumat (5/6/2020).

Di video itu, @Torriosh mengubah dirinya menjadi seakan dua orang yang berbeda untuk mencontohkan percakapan sehari-hari orang Jogja.

"Menjadi warga Jogja starterpack," cuit @PenjahatGunung.

Baca Juga: Masih Muncul Kasus Baru, Malang Raya Batal Terapkan New Normal

Dari video itu, ada empat gaya bicara yang melekat pada kehidupan orang Jogja menurut @Torriosh. Yang pertama, penggunaan "dab" sebagai sapaan untuk kawan sebaya.

Kemudian, @Torriosh juga menambahkan interjeksi "po" di videonya. Dalam rekaman itu digambarkan bahwa orang Jogja kerap menggunakan "po" di akhir kalimat untuk menekankan pertanyaan konfirmasi. Misalnya, seperti di video @Torriosh, saat seorang lelaki mengabarkan bahwa tugas kuliah harus dikumpulkan besok, kawannya menjawab, "Hah? Iya po?"

Di samping itu, ada interjeksi lain yang juga kerap diucapkan orang Jogja, yaitu "e" atau "je". Pemilik akun @Torriosh pun memperagakan penggunaannya.

Starter pack jadi orang Jogja - (Twitter/@Torriosh/@PenjahatGunung)
Starter pack jadi orang Jogja - (Twitter/@Torriosh/@PenjahatGunung)

"Eh kenapa? Mau bimbingan kok lemes amat? Belum makan?" tanya @Torriosh berkacamata.

"Iya e. Ibuku enggak masak je," jawab @Torriosh tanpa kacamata.

Baca Juga: Protokol Normal Baru Diharapkan Mampu Tingkatkan Kepercayaan Wisatawan

Terakhir, @Torriosh menyebut orang Jogja seperti kompas berjalan. Sebab, alih-alih menggunakan kanan dan kiri, orang Jogja lebih terbiasa menunjukkan arah atau rute perjalanan dengan mata angin, seperti utara atau lor dalam bahasa Jawa, selatan atau kidul, barat atau kulon, dan timur atau wetan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait