Viral Relakan Utang 10 Orang, Pria Jogja Curhat Persahabatan Sampai Putus

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Viral Relakan Utang 10 Orang, Pria Jogja Curhat Persahabatan Sampai Putus
Ilustrasi utang - (Pixabay/stevepb)

"Emang utang itu pemutus silaturahmi yang paling tajam. Aku sudah kapok," curhat Teja.

SuaraJogja.id - Uang yang dipinjam teman-temannya tak kunjung dikembalikan, Suteja (36), seorang pria asal Jogja, mendadak banjir sorotan warganet. Unggahannya di Facebook pada Selasa (26/5/2020) tentang merelakan utang, kini viral dan dibanjiri lebih dari delapan ribu komentar serta dibagikan sekitar sembilan ribu kali.

"Karena sudah enggak mau drama-dramaan lagi, jadi nama-nama di bawah ini saya bebasin yah utang-utangnya. Saya enggak mau nagih-nagih lagi, saya anggap LUNAS," tulis Teja.

Di situ ia mencantumkan pula daftar 10 nama orang yang berutang padanya beserta jumlah dan waktu peminjaman, termasuk alasannya. Masing-masing dari mereka memiliki utang pada Teja dengan jumlah yang bervariasi, mulai dari Rp250 ribu sampai Rp10 juta, dan kini total uang yang dipinjamkan Teja tetapi tak kunjung dilunasi sekitar Rp16,4 juta.

Pria di Jogja anggap lunas utang 10 orang - (Facebook/Teja)
Pria di Jogja anggap lunas utang 10 orang - (Facebook/Teja)

Alasannya pun beragam, antara lain untuk membeli tiket menonton film di bioskop hingga menyekolahkan anak. Di akhir unggahan, Teja kembali menegaskan bahwa ia telah menganggap lunas utang dari nama-nama yang ia tuliskan.

"Sekali lagi saya confirm ke 10 nama di atas utang-utangnya saya anggap LUNAS. Enggak usah di-tag nama-namanya karena saya tahu kalian semua selalu liat story saya di FB, WA, IG. LUNAS... LUNAS... LUNAS," tutupnya.

Ayah dua anak ini mengaku spontan membuat status Facebook itu untuk meluapkan emosi dan kekesalannya. Sebab, menurut keterangan Teja, teman-temannya tersebut masih kerap membagikan story di media sosial, termasuk saat menginap di hotel.

"Saya pikir sebenarnya mereka punya duit kan. Seharusnya kalau mereka punya tunggakan ke saya dibereskan dulu," ucap Teja pada SuaraJogja.id, Sabtu (6/6/2020).

Ia mengatakan bahwa orang-orang yang berutang padanya antara lain teman kuliah hingga teman kantor lama. Teja juga menceritakan sudah puluhan kali menagih utang pada teman-temannya. Namun yang terjadi justru membuat Teja kesal karena ia tak digubris, sedangkan teman-temannya masih aktif di media sosial.

Tak hanya itu, bahkan gara-gara utang, tali silaturhami Teja dengan sahabatnya sampai putus. Kejadian ini lantas membebani pikiran Teja hingga ia lelah dan memutuskan untuk merelakan utang teman-temannya itu.

"Apalagi Ibnu itu sahabat, dekat banget, sudah delapan tahun sahabatan. Aku mikirnya, dia pinjam 10 juta, ya sudahlah percaya saja sama sahabat sendiri, tapi orang kalau ngomong masalah duit kok sensitif banget, menggampangkan. Jangan mentang-mentang kita sahabatan. Mana bulan November 2019 kemarin umrah, bisa sampai 20-25 juta, padahal utang sama saya sejak 2018. Harusnya utangnya dilunasi dulu. Akhirnya klimaksnya Februari saya ngomong ke dia, jadinya clash, terus dia pernah blokir nomor aku, tapi dibuka lagi akhirnya, tapi ya sudahlah aku sudah bete," terang Teja.

"Tapi harus digarisbawahi, saya bukan mengikhlaskan. Kalau ikhlas itu ilmunya tingkat tinggi dan aku belum mampu, jadi tepatnya aku merelakan supaya tidak ada beban pikiran. Gitu aja," imbuhnya.

Pemilik usaha travel agent, klinik skincare, minimarket, hingga perhotelan ini mengakui memang dirinya mampu secara finansial dan tak mempermasalahkan nominal yang tak dibayarkan teman-temannya. Ia kesal karena merasa teman-temannya tak memiliki tanggung jawab.

Apalagi, lanjutnya, saat memberikan pinjaman, Teja benar-benar merasa kasihan pada teman yang kesusahan. Namun, ia tak menyangka dengan sikap yang ia dapat dari teman-temanya.

"Saya minjamin ya karena iba. Kalau teman atau orang lain lagi susah, saya selalu memposisikan diri seperti mereka, ada empati, jadi saya tolong aja, enggak ada pikiran aneh-aneh atau curiga," tuturnya.

Kini ia pun memilih untuk merelakan uang yang dipinjam teman-temannya dan fokus memperbaiki usahanya yang dihantam pandemi dan sempat tutup selama tiga bulan.

"Emang utang itu pemutus silaturahmi yang paling tajam. Aku sudah kapok, enggak mau ngutang-utangin siapa pun. Mending kalau ada yang minta utang misal Rp1 juta, aku kasih Rp100 ribu tapi sudah enggak usah dibalikin, daripada rusak hubungan. Kadang orang berpikir, "Teja kan mampu." Bukan mampu-enggak mampu, ini tanggung jawab. Sama siapa pun, kalau bisa hindari  utang-mengutang. Kalau kepepet, kalau mau utang, pegang komitmen," tutup Teja.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS