Praktisi Bobby Tumpal Soroti Pengelolaan Tata Ruang Desa Berkelanjutan

Rendy Adrikni Sadikin | Arendya Nariswari
Praktisi Bobby Tumpal Soroti Pengelolaan Tata Ruang Desa Berkelanjutan
Bobby Tumpal P. Lubis dalam webinar KKD 2020. (YouTube)

Dirinya menambahkan bahwa tata ruang desa ini penting guna menjadikan masyarakat semakin mandiri.

SuaraJogja.id - Lewat webinar Kongres Kebudayaan Desa 2020, seri 10 yang dilaksanakan pada Selasa (7/7/2020), permasalahan menyangkut tata ruang desa dan infrastruktur lingkungan permukiman dibahas secara mendalam oleh beberapa narasumber.

Salah satunya yakni pembicara dari praktisi perencanaan wilayah, Bobby Tumpal P. Lubis, yang turut bergabung memberikan pemaparan terkait pengelolaan tata ruang desa.

Menurutnya, pembangunan serta tata ruang desa telah mengalami kemajuan yang signifikan dari tahun ke tahun. Penggelontoran dana desa juga meningkat, seiring berjalannya pula pembangunan infrastruktur demi memenuhi kebutuhan masyarakat,

Namun, praktisi perencanaan wilayah tersebut menambahkan bahwasanya timbul masalah lain dari pembangunan infrastruktur secara besar-besaran. Di mana lahan pertanian kini mulai tergerus dan jumlahnya semakin sedikit.

"Ketika survey BAPPENAS pada tahun 2012-2018, pembangungan permukiman memang tinggi tapi pemanfaatan ruang semakin berkurang. Ini tentu saja jadi pertanyaan besar untuk banyak orang," sebut Bobby.

Bobby Tumpal P. Lubis dalam webinar KKD 2020. (YouTube)
Bobby Tumpal P. Lubis dalam webinar KKD 2020. (YouTube)

Oleh karenanya, Bobby memaparkan betapa pentingnya merembug kembali perencanaan tata ruang desa agar nantinya pembangunan dapat terlaksana serta berfungsi dengan baik tanpa ada konflik di akhir.

"Biasanya, persiapan yang kurang matang mengenai pemanfaatan lahan sendiri kerap bermasalah di akhir. Di mana pembangunannya melalui lahan milik siapa, dan dipermasalahkan ketika proyek yang sudah direncanakan tadi sedang bertahap atau berjalan," imbuh Bobby.

Oleh karenanya, Bobby berharap perangkat desa diharapkan mampu secara demokratis bermusyawarah mematangkan perencanaan bersama masyarakat.

Namun, dalam paparannya Bobby kembali mengingatkan bahwa rencana tata ruang desa untuk pembangunan ini harus tetap menjaga kesinambungan serta kualitas lingkungan yang baik.

"Kadang sudah dibangun, pemeliharaan menjadi persoalan berikutnya. Hasil tata ruang tadi harus bisa dipertanggungjawabkan pemeliharaanya ketika sudah jadi nanti, agar dapat diatasi ketika terjadi suatu permasalahan, sebagai contoh, jalan menuju desa diaspal agar mudah diakses, ketika jalannya berlubang harapannya warga masyarakat sudah bisa mengatasi dengan cepat tanpa adanya bantuan dari pusat," tutur Bobby.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS