Iman Budhi Santoso: Peribahasa Nusantara Sebagai Media Belajar Kebudayaan

Rendy Adrikni Sadikin | Arendya Nariswari
Iman Budhi Santoso: Peribahasa Nusantara Sebagai Media Belajar Kebudayaan
Budayawan Iman Budhi Santoso dalam webinar KKD 2020. (YouTube)

Dari peribahasa Nusantara, Iman Budhi Santoso harap generasi muda bisa perdalam ilmu kebudayaan desa.

SuaraJogja.id - Masa pandemi yang belum juga berakhir, mendorong pemerintah untuk mulai beradaptasi dan menyambut new normal atau tatanan Indonesia baru. Namun tentu saja, penerapan new normal ini mempengaruhi sejumlah hal, salah satunya yakni kebudayaan desa.

Untuk membahas lebih lanjut, bagaimana kebudayaan desa menyikapi new normal ini, telah bergabung Iman Budhi Santoso selaku salah seorang budayawan yang akan membahasnya secara mendalam.

Dalam webinar Kongres Kebudayaan Desa 2020, beliau fokus membahas bahwa sejatinya polemik menyangkut kebudayaan ini telah ada sejak zaman sebelum kemerdekaan.

Seiring berjalannya waktu, jati diri kebudayaan desa Indonesia kian tergerus modernisasi yang sedikit condong ke budaya barat serta timur. Dalam penuturannya, kebudayaan desa sebenarnya bisa dipelajari dari hal kecil salah satunya dengan banyak membaca peribahasa Nusantara. 

Budayawan Iman Budhi Santoso dalam webinar KKD 2020. (YouTube)
Budayawan Iman Budhi Santoso dalam webinar KKD 2020. (YouTube)

"Sebenarnya di dalam peribahasa Nusantara ini banyak sekali terkandung nilai-nilai yang menyiratkan kita harus menjaga suatu budaya. Namun faktanya anak muda sekarang belum banyak yang mau memaknainya secara mendalam, padahal ini penting," sebut Iman Budhi Santoso.

"Peribahasa yang mungkin menyangkut permasalahan kebudayaan desa serta kota ini salah satunya berbunyi 'Desa mawacara, negara mawatata'. Itu berarti, desa mempunyai adat sendiri, kota memiliki hukum sendiri. Adat kebiasaan, dan hukum itu sangat berbeda," imbuhnya.

Budayawan Iman Budhi Santoso dalam webinar KKD 2020. (YouTube)
Budayawan Iman Budhi Santoso dalam webinar KKD 2020. (YouTube)

Iman Budhi Santoso menekankan, bahwa generasi muda sekarang ada perlunya untuk memaknai kebudayaan yang tersirat dalam pantun serta menyerapi setiap nilai kehidupan di dalamnya.

Harapannya dengan begitu, generasi muda akan tergugah untuk memperjuangkan nilai kebudayaan yang tetap mempertahankan apa itu gotong royong, serta musyawarah.

Sekadar informasi, Webinar Seri 10 Kongres Kebudayaan Desa yang digelar pada Senin (6/7/2020) ini merupakan bagian dari upaya mengumpulkan dan menawarkan ide tatanan Indonesia baru dari desa.

Desa sebagai satuan pemerintahan terkecil di Indonesia, dinilai perlu menjadi titik awal untuk merumuskan nilai dan tata kehidupan baru dalam bernegara dan bermasyarakat.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS