Jadi Kurir Sepeda Selama Pandemi, Vicky Kantongi Rp200 Ribu dalam Sebulan

Galih Priatmojo | M Nurhadi
Jadi Kurir Sepeda Selama Pandemi, Vicky Kantongi Rp200 Ribu dalam Sebulan
Ilustrasi kurir sepeda di Jogja. [Iqbal Asaputro / SuaraJogja.id]

Jasa kurir sepeda di Jogja saat ini berkembang pesat. Ada sebanyak 5 sampai 6 start up jasa kurir sepeda yang telah ada.

SuaraJogja.id - Kaus warna abu-abu yang dikenakannya terlihat mulai basah. Sesaat ia kemudian menyandarkan sepeda fixed dan tas warna hitam di sebatang pohon. Sambil menyeka keringat di dahinya, Ardi Iswansyah (33) bercerita baru saja mengirim barang di daerah Tajem, Sleman.

Hari itu, belum sampai tengah hari, ia melalui jasa kurir sepedanya sudah mengantarkan sebanyak tiga order paket barang ke pelanggannya yang tersebar di kawasan Sleman.

Ardi sapaan akrabnya bisa dibilang merupakan pelopor jasa kurir sepeda di Yogyakarta yang meniti sejak 2013 silam. Ia mengaku alasannya untuk membangun usaha jasa kurir sepeda sebetulnya untuk memenuhi kebutuhan dan hobinya bersepeda.

"Saya sendiri membangun usaha ini tahun 2013, awalnya untuk memenuhi kebutuhan bersepeda. Ternyata, sambutan masyarakat Jogja lumayan baik. Kita salah satu kurir yang paling awal berdiri," ujarnya kepada SuaraJogja.id beberapa waktu lalu.

Pemilik jasa kurir sepeda Fixed Courrier ini mengatakan adanya ledakan ojol pada tahun 2013 di Jogja memang sangat mempengaruhi arah dunia kurir sepeda saat itu. Meski begitu, belakangan justru jasa kurir sepeda malah makin berkembang.

Hal ini ditandai dengan munculnya sejumlah start up yang bergerak di bidang jasa kurir sepeda di Jogja.

"Sekarang ini entah gimana malah berkembang lho jasa kurir sepeda itu. Kalau dulu itu cuma ada punyaku sekarang itu mulai bermunculan jasa kurir lainnya di Jogja ada sekitar 5 atau 6 lah sekarang kalau dijumlahkan," terangnya.

Ia menyebut untuk bisa bertahan dengan situasi saat ini di tengah pandemi dan banyaknya layanan serupa yang diberikan ojol, ada trik yang dipakai. Salah satunya yakni memanfaatkan gadged dan media sosial.

"Kalo mengandalkan kecepatan, jelas kita kalah dengan ojol. Apalagi, sekarang lumayan banyak warga Jogja yang mulai lupa dengan kurir sepeda. Jadi, kami sebarkan keberadaan kami lewat medsos, apalagi pangsa pasar kami banyak di antaranya anak muda," jelasnya.

Ardi mengatakan, kurir sepeda bukanlah pesaing ojol. Melainkan, alternatif jasa pengiriman yang bisa dimanfaatkan masyarakat.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS