facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Gunungkidul 3 Pekan Kekeringan, Winarsih Harus Beli Air Seharga Rp170 Ribu

Galih Priatmojo Selasa, 14 Juli 2020 | 15:08 WIB

Gunungkidul 3 Pekan Kekeringan, Winarsih Harus Beli Air Seharga Rp170 Ribu
Sejumlah warga di Kepanewonan Tanjungsari, Gunungkidul tengah mengambil air dari tangki truk, Selasa (14/7/2020). [Kontributor / Julianto]

Ada sebanyak 6 kepanewonan di Gunungkidul yang mulai mengalami kekeringan.

"Keenam Kepanewonan tersebut melaporkan persediaan air bersih di sebagian wilayah mereka telah habis," ungkapnya.

Di sebagian wilayah dari 6 Kepanewonan tersebut, sumber-sumber air bersih seperti sungai, telaga ataupun juga mata air tinggal sedikit bahkan mulai mengering. Namun dari 6 Kepanewonan tersebut belum menyebutnya secara detil Kalurahan mana saja yang sudah terpapar kekeringan.

Meski wilayahnya sudah terpapar kekeringan dan warganya sudah membeli air bersih, namun keenam kapanewon tersebut belum mengajukan permohonan bantuan droping air bersih kepada pemerintah melalui BPBD. Ia menduga kemungkinan besar mereka masih membeli air bersih dari para penyedia jasa layanan air bersih.

"Atau mereka sudah bantuan dari pihak swasta. Biasanya kalau pihak swasta langsung ke titik yang akan dibantu," lanjutnya.

Baca Juga: Polda DIY Gelar Operasi Pekat, Kasus Narkoba dan Miras Paling Banyak Tinggi

Eddy menyebutkan, BPBD Gunungkidul telah bersiap untuk menghadapi musim kemarau pada 2020 ini. Sejauh ini BPBD Gunungkidul telah menyiapkan anggaran sebanyak Rp700 juta. BPBD pun saat ini juga telah melakukan pemetaan wilayah yang rawan kekeringan.

Pihaknya telah meminta masing-masing kapanewon untuk mengirimkan data terkait dengan wilayah yang rawan kekeringan. Penyaluran air bersih untuk wilayah yang berpotensi kekeringan juga sudah disiapkan, ada sistem berbeda yang diterapkan pada penyaluran kali ini.

Kontributor : Julianto

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait