Kasus Covid-19 di Bantul Terus Bertambah, Ini Penjelasan Dinkes

"Masyarakat perkotaan dengan mobilitas tinggi kemungkinan kasusnya pun juga akan tinggi."

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Hiskia Andika Weadcaksana
Senin, 20 Juli 2020 | 19:55 WIB
Kasus Covid-19 di Bantul Terus Bertambah, Ini Penjelasan Dinkes
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)

SuaraJogja.id - Beberapa kasus terkonfirmasi positif Covid-19 kembali muncul di Bantul. Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul meyakini hal tersebut bukan sebagai fenomena sosial, melainkan konsekuensi logis dari pelaksanaan gerakan tes masif yang dilakukan kepada seluruh masyarakat Bantul.

Kepala Dinkes Bantul Agus Budi Raharjo mengatakan bahwa pelaksanaan baik rapid test maupun swab test massal masih akan terus dilakukan. Tes itu dilakukan, melihat sebelumnya kasus positif Covid-19 di Bantul mayoritas berasal dari pelaku perjalanan.

"Jadi memang ketemu karena kita lakukan tes secara masif. Intinya adalah kasus itu ketemu, terisolasi, dan terawat, maka tidak terjadi penularan yang lebih lanjut di masyarakat," ujar Agus kepada SuaraJogja.id, Senin (20/7/2020).

Ketika ditanya terkait dengan Kecamatan Banguntapan, yang menjadi salah satu wilayah dengan cukup banyak kasus positif Covid-19, Agus menjelaskan bahwa itu karena tes yang dilakukan juga lebih masif lagi. Selain itu, beberapa wilayah yang berdekatan dengan perbatasan kota bakal juga lebih rentan terpapar karena memang mobilitas masyarakat yang tinggi.

Baca Juga:Pergerakan Manusia Dilonggarkan, Kasus Positif COVID-19 di DIY Meningkat

Menurut Agus, penularan Covid-19 dapat datang dari mana saja, bahkan saat orang yang bersangkutan tidak menyadarinya ketika banyak yang berkerumun dan tidak ada physical distancing di situ. Maka kemudian, akan muncul konsekuensi logis berangkat dari kondisi itu yang nantinya linier dengan situasi urban.

"Masyarakat perkotaan dengan mobilitas tinggi kemungkinan kasusnya pun juga akan tinggi. Akhirnya seperti daerah Banguntapan, Piyungan, Sewon, atau Kasihan. Itu dari dulu sering muncul kasus di sana karena memang berdekatan dengan kota atau berada di perbatasan kota," ungkapnya.

Agus mengakui, tren kasus positif Covid-19 di Kabupaten Bantul saat ini memang didominasi oleh Orang Tanpa Gejala (OTG). Meski begitu, orang atau pasien dengan penyakit bawaan tetap ada.

Dijelaskan Agus, pihaknya telah membuat klasifikasi yang juga sesuai dengan konsep yang diberikan Kemenkes, bahwa rumah sakit darurat di Bantul hanya diperuntukkan kepada pasien dalam kategori ringan dan sedang atau OTG. Bahkan pihaknya menegaskan, pasien reaktif rapid test pun akan ditempatkan di rumah sakit darurat tersebut.

"Reaktif pun kita taruh di sana itu untuk mengurangi potensi penularan kalau memang nantinya positif, tapi kalau memang pasien tersebut ada gejala yang signifikan, akan langsung kita bawa ke rumah sakit rujukan," tegasnya.

Baca Juga:Rekor Baru, 16 Kasus Positif COVID-19 Muncul di DIY

Dikatakan Agus, terdapat empat rumah sakit rujukan yang ada di Bantul, yakni RSUD Panembahan Senopati, RS PKU Muhammadiyah Bantul, RS Elizabeth, RSPAU Hardjolukito, ditambah dengan beberapa lainnya yang sejauh ini masih tergolong cukup terkait kapasitas pasien. Hal itu disebabkan juga karena memang hampir semua tambahan pasien itu tidak bergejala.

"Untuk tes masif ini rumah sakit kita masih cukup. Di RS Bambanglipuro yang berkapasitas 50 orang baru terisi kurang lebih 25 orang. Di RSUD Panembahan Senopati, PKU Muhammadiyah Bantul, dan Hardjolukito juga masih banyak space-nya," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak