Tidak Terpengaruh Pandemi, Pemesanan Sapi Kurban di Kulon Progo Meningkat

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Hiskia Andika Weadcaksana
Tidak Terpengaruh Pandemi, Pemesanan Sapi Kurban di Kulon Progo Meningkat
Mursid menunjukkan stok sapi kepada pembeli dan awak media di tempatnya, di Dusun Pendem, Kalurahan Sidomulyo, Kapanewon Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Rabu (29/7/2020). - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

Mursid mengakui tidak memprediksi kenaikan permintaan sapi kurban ini sebelumnya karena memang kondisi saat ini, yang masih dilanda pandemi Covid-19.

SuaraJogja.id - Pandemi Covid-19, yang sempat menjadi momok bagi para pedagang sapi kurban, khususnya di Kulon Progo, ternyata tidak terbukti. Nyatanya, permintaan sapi menjelang Iduladha 2020 tetap meningkat.

Hal itu diakui oleh salah satu pengusaha yang bergerak di bidang pemesanan dan perawatan sapi di Kulon Progo, Mursid. Justru pada tahun ini pihaknya mengalami kenaikan permintaan sapi kurban. Hingga saat ini saja ia sudah menerima pesanan kurang lebih 100 ekor.

Angka tersebut meningkat jika dibandingan dengan permintaan sapi kurban di tahun lalu, yang hanya mencapai angka 60-70 ekor saja. Mursid mengakui tidak memprediksi kenaikan permintaan sapi kurban ini sebelumnya karena memang kondisi saat ini, yang masih dilanda pandemi Covid-19.

"Saya enggak mengira bakal naik, kemungkinan salah satunya karena adanya pembatalan haji. Jadi kan calon jemaah yang gagal mengalihkan dana persiapan haji itu untuk yang lain, ya ini salah satunya, membeli hewan kurban," kata Mursid, saat ditemui SuaraJogja.id di rumahnya di Dusun Pendem, Kalurahan Sidomulyo, Kapanewon Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Rabu (29/7/2020).

Dijelaskan Mursid, pemesanan oleh calon sohibul kurban sudah tercatat masuk sejak awal Juni kemarin. Dari catatan yang masuk, terdapat dua jenis sapi yang menjadi primadona, yakni jenis sapi limosin dan sapi lokal peranakan ongole (PO).

Mursid mengatakan, dua jenis sapi ini paling diminati karena memang punya keunggulan yang sudah tidak diragukan lagi. Dari keunggulan itu, kedua jenis sapi ini begitu akrab dengan masyarakat ketika musim kurban datang.

"Semacam dua kubu atau jenis sapi ini punya penggemar masing-masing. Jenis PO yang kalau dibandingkan dagingnya dengan limsoin masih kalah banyak saja tetap ada peminatnya dan juga tidak sedikit," jelasnya.

Diakui Mursid, terkait dengan masalah kesehatan hewan kurbannya, semua telah dijamin dengan menggunakan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH). Jika memang ditemukan gejala penyakit pada salah satu hewan pesanan konsumennya tersebut, pihaknya akan langsung menghubungi dokter hewan dari puskeswan terdekat.

Bahkan pihaknya juga memberikan garansi kepada setiap konsumennya ketika membeli atau memesan sapi di tempatnya. Berkat resep saling percaya yang selalu dibangun dengan setiap konsumennya tersebut, usaha miliknya tetap bisa berjalan hingga saat ini.

"Kalau memang ada konsumen yang merasa kurang cocok dengan sapi pesanannya akan kami ganti. Intinya adalah saling percaya saja antara penjual dan pembeli, mendapat itu yang sulit," ucapnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS