facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Cerita Pilot Pertama yang Terbangkan Pesawat N-250 Gatotkaca, Rasanya Mulus

Galih Priatmojo | Muhammad Ilham Baktora Kamis, 27 Agustus 2020 | 07:25 WIB

Cerita Pilot Pertama yang Terbangkan Pesawat N-250 Gatotkaca, Rasanya Mulus
Chris Sukarjono, pilot yang bertugas menerbangkan N-250 Gatotkaca pada 1995 saat ditemui di Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala Yogyakarta, Rabu (26/8/2020). [Muhammad Ilham Baktora / SuaraJogja.id]

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto keberadaan pesawat Gatotkaca mampu memotivasi anak muda meniru semangat BJ Habibie.

SuaraJogja.id - Pesawat berjuluk Gatotkaca dengan nomor seri N-250 di tahun ini memasuki masa purna tugas. Pesawat rancangan BJ Habibie tersebut meninggalkan berjuta kenangan, termasuk bagi Chris Sukarjono.

Pria yang kini menginjak usia 81 tahun tersebut menjadi saksi ketika embrio Gatotkaca tengah dirancang hingga akhirnya laik terbang. 

Ya, pria kelahiran Bantul 17 Mei 1939 ini kala itu merupakan captain pilot yang tergabung dalam proyek pengembangan N-250. 

Ia berkisah, saat itu terdapat beberapa prototipe yang akan dikembangkan. Namun hanya prototipe (PA-01) yang selesai dikerjakan dan segera diuji coba.

Baca Juga: Biar Nyaman Wisata New Normal, DISPAR DIY Luncurkan Jogja Clean an Safe

Chris mengenang mendapat kesempatan menerbangkan pesawat karya anak bangsa itu pada perayaan HUT RI ke-50, yakni di tahun 1995. Kala itu merupakan penerbangan uji coba untuk pertama kalinya.

"Ini merupakan prototipe pertama yang sebelumnya tidak ada. Semuanya dibangun dengan hal baru, baik organ dalamnya dan konstruksinya," ungkap Chris Sumarjono ditemui saat peresmian Pesawat N-250 Gatotkaca di Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala Yogyakarta, Rabu (26/8/2020).

Ditunjuk untuk menerbangkan Prototipe 01, Chris awalnya tidak menyangka. Pria yang saat itu masih bertugas di TNI Angkatan Udara (AU), mendapat panggilan dan ditunjuk untuk menerbangkan N-250 Gatotkaca.

"Tidak ada seleksi khusus, jadi langsung ditunjuk untuk menerbangkan pesawat itu. Jadi saya dari TNI AU dan saat itu IPTN (kini PT Dirgantara Indonesia) belum banyak memiliki pilot. Akhirnya saya ditunjuk," katanya.

Ia menjelaskan memang hanya beberapa orang saja yang mendapat pelatihan untuk menerbangkan N-250. Pasalnya pesawat jenis fly by wire yang sistem kendalinya dilakukan secara manual ini tidak banyak yang bisa mengoperasikan.

Baca Juga: Ditanya Soal Tamu dari Jakarta di Jogja, Begini Jawaban Santai Zaskia Mecca

Chris mengaku sudah 25 tahun tak menyentuh pesawat yang menjadi tonggak sejarah kedirgantaraan Indonesia tersebut. Meski begitu, sayup-sayup dalam ingatannya ia masih bisa merasakan bahwa mengemudiakn pesawat karya anak bangsa ini memang berbeda dengan pesawat yang pernah dia terbangkan.

Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memberi sambutan saat peresmian pesawat Gatotkaca sebagai monumen sejarah penerbangan Indonesia di Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala Yogyakarta, Rabu (26/8/2020). [Muhammad Ilham Baktora / SuaraJogja.id]
Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memberi sambutan saat peresmian pesawat Gatotkaca sebagai monumen sejarah penerbangan Indonesia di Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala Yogyakarta, Rabu (26/8/2020). [Muhammad Ilham Baktora / SuaraJogja.id]

"Rasanya memang sudah sangat lama sekali tak duduk di kokpit pesawat. Jadi memang (kendali pesawat) agak berat. Tapi dari berat itu semuanya dan sistem kendali terasa lebih mulus," katanya.

Chris melanjutkan bahwa menerbangkan pesawat karya bangsa Indonesia ini paling berbeda sendiri. Pria yang juga melanglang buana di bidang penerbangan itu mengaku telah menerbangkan lebih kurang 20 pesawat yang berbeda.

"Ada sekitar 20 pesawat yang saya terbangkan selama bertugas. Seperti jenis Airbus, Boeing, termasuk N-250 ini. Tapi ini (Gatotkaca) jelas yang paling berkesan," terangnya.

Sementara itu, Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto yang hadir dalam peresmian N-250 Gatotkaca, berharap dengan dipensiunkannya burung besi berwarna putih dengan garis biru ini bisa menjadi pengingat sejarah kedirgantaraan Indonesia.

Ia berharap, meski diletakkan dalam museum, keberadaan pesawat Gatotkaca bisa dijadikan ajang belajar dan menumbuhkan motivasi serupa yang pernah dilakukan Mantan Presiden RI ke-3, BJ Habibie.

"Ini bukti dan kecintaan anak bangsa kepada negaranya dan ilmu pengetahuan serta teknologi. Diletakkannya pesawat di museum ini bertujuan untuk mengabadikan karya bangsa Indonesia. Termasuk juga menginspirasi kepada anak muda saat ini untuk menguasai teknologi kedirgantaraan," kata Hadi dalam sambutannya. 

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait