Bukan Rindu dan Angkringan, Ini Sisi Kelam Jogja Menurut Warganet

Sementara permukiman kumuh padat penduduk dipenuhi dengan keluhan sisi kelam Yogyakarta.

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Mutiara Rizka Maulina
Kamis, 27 Agustus 2020 | 14:15 WIB
Bukan Rindu dan Angkringan, Ini Sisi Kelam Jogja Menurut Warganet
Kumpulan keluhan warganet mengenai kondisi Yogyakarta. - (Twitter/@humanintrash)

Bahkan ada beberapa yang menambahkan hal-hal lainnya yang juga menjadi sisi lain di balik keistimewaan kota pelajar.

"Lubang drainasenya berantakan & membahayakan pengguna jalan. Terutama ring road utara," tulis akun @robbyyufriendra.

"1. Aku susah-susah ngumpulin kupon Mirota sampai 50-an lembar gak ada yang dapat tuh gimana ceritanya, 2. Transportasinya apaan sih, gojek mulu ah bikin boros, jadinya kemana-kemana jalan kaki sampe kaki ototan gini, 3. Parttime upahnya dikit banget amy***, 4. Romantisasi t**, aku jomblo mulu ik," komentar akun @popokokhuman.

Sementara akun @ludovicusdwi berkomentar, "Rumah didaerah perkotaan yang harganya tak terjangkau oleh anak muda kelahiran kota tersebut, kayaknya dihampir semua kota besar di Indonesia kayak gitu deh. Kalau ini disebut masalah berarti semua kota besar punya masalah ini."

Baca Juga:7 Nakes Positif Covid-19, IGD RS Pratama Jogja Sementara Ditutup

"Saya pribadi gak bisa berasumsi sih mbak. Perlu ada data ataupun survei lapangan. Karena contoh kecil kalau pendapatan masyarakat naik, mendorong masyarakat untuk lebih konsumtif. Nanti juga salah satu efeknya uang beredar dimasyarakat tinggi memicu kenaikan harga," tanggapan akun @anggit_tenan.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Lifestyle

Terkini

Tampilkan lebih banyak