Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Putuskan Dukungan di Masa Injury Time, Ini Alasan Gerindra Gunungkidul

Galih Priatmojo Selasa, 01 September 2020 | 12:36 WIB

Putuskan Dukungan di Masa Injury Time, Ini Alasan Gerindra Gunungkidul
Ilustrasi Pilkada Serentak. [Ayobandung.com]

Selain Gerindra, Partai Demokrat juga baru di menit akhir putuskan dukungan ke Sutrisna-Ardi.

SuaraJogja.id - 4 partai masing-masing PAN, Partai Gerindra, PKS dan Partai Demokrat sepakat mengusung pasangan calon bupati dan wakil bupati, Sutrisna Wibawa-Mahmud Ardi Widanta dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gunungkidul tanggal 9 Desember 2020 mendatang.

Klaim mengklaim dukungan sebenarnya terjadi jelang Pilkada 2020 ini. Sebelumnya beredar kabar jika Partai Gerindra merapat ke kubu Sunaryanto-Herry Susanto.

Bahkan disusul kemudian dengan beredarnya 17 pengurus kecamatan Partai Demokrat yang juga merapat ke pasangan yang konon diusung Partai Golkar dan PKB tersebut.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Gunungkidul, Purwanto tak menampik adanya kabar tersebut.

Namun berdasarkan rekomendasi yang dikeluarkan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra, partai besutan Prabowo Subiyanto ini akan mengusung Sutrisna-Ardi. 

Terkait dengan Surat Keputusan, Purwanto mengklaim akan segera ia terima dari DPP.

"Kalau ada klaim di luar rekomendasi DPP, silahkan saja. Tetapi kita tetap mengacu pada rekomendasi. Rekomendasi itu nanti menjadi dasar untuk kami melakukan deklarasi dan kesepakatan," ujar Purwanto usai penandatanganan kesepakatan dukungan 4 partai kepada Sutrisno-Ardi di Joglo Sokoliman, Senin (31/8/2020) petang.

Ia mengungkapkan jika rekomendasi tersebut sudah keluar cukup lama yaitu tanggal 20 Maret 2020. Surat rekomendasi tersebut bahkan menjadi yang pertama dalam koalisi 4 partai pengusung pasangan Sutrisna-Ardi. 

Purwanto menyebut ikhwal dukungan partainya yang baru muncul di masa injury time nyatanya juga dialami partai berlambang burung Garuda tersebut di daerah lain. Salah satu penyebabnya lantaran adanya beberapa pembenahan yang dihasilkan dari Rakernas Partai Gerindra yang digelar belum lama ini.

"Tetapi itu semua kan perlu dibenahi di Kemenkumham. Nah suratnya baru selesai akhir bulan kemarin," terangnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait