facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Buka-bukaan Bareng Suami, Isyana Sampai Pucat Takut Baca Komentar Netizen

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Mutiara Rizka Maulina Senin, 07 September 2020 | 18:23 WIB

Buka-bukaan Bareng Suami, Isyana Sampai Pucat Takut Baca Komentar Netizen
Penyanyi Isyana Sarasvati dan suaminya Rayhan Maditra saat tampil di Jakarta International BNI Java Jazz Festival 2020 di Kemayoran, Jakarta, Jumat (28/2/2020) malam. [ANTARA/Chairul Rohman]

Sempat mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dengan orang lain, Isyana merasa bahwa musik adalah bahasanya.

SuaraJogja.id - Isyana Srasvati bersama Rayhan Maditra Indrayanto sang suami menceritakan perjalanan mereka di dunia musik dan apa arti musik dalam kehidupan mereka. Terutama dalam lagu terbaru "Lexicon", Isyana menyampaikan beragam emosi yang ia rasakan di balik pembuatannya, termasuk bagaimana peran musik untuk kesehatan mental Isyana. 

Mengawali videonya, Isyana menceritakan bahwa ia sudah dikenalkan dengan musik sejak usia 3 tahun. Namun, ia mulai serius menekuni dunia musik sejak usia 7 tahun, ditandai dengan mengikuti beberapa les musik.

Isyana juga menjelaskan, ada kemungkinan kecintaannya dengan dunia musik berasal dari darah sang ibu, yang juga merupakan seorang musikus. Hal tersebut tidak disangkal oleh sang suami, seorang dokter yang juga lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Menurut Rayhan, bakat musik istrinya bisa hadir dari ibunya. Ia mengatakan, hal tersebut berasal dari Nature and Nurture, yakni kebiasaan-kebiasaan yang dilalui Isyana sejak kecil. 

Baca Juga: Selama 2 Hari, Bapaslon Pilkada Bantul Jalani 10 Jam Tes Kesehatan

Sejak belia, Isyana sering dibiasakan mendengar musik klasik. Namun, ia juga menyampaikan bahwa saat dirinya beranjak remaja dan mulai mengenal beragam genre musik, hatinya tetap terpaut pada musik klasik.

"Karena buat aku musik klasik itu bawa energi baru buat diriku," ujar Isyana, yang duduk di samping suaminya.

Sempat mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dengan orang lain, Isyana merasa bahwa musik adalah bahasanya. Sebab, saat ia marah dan kecewa atau mengalami emosi lainnya, musik menjadi media untuk mengekspresikan emosinya.

Ketika bertumbuh dewasa, Isyana menyadari bahwa musik adalah hidupnya. Ia menjadi tidak bisa berpisah dari musik, yang selalu menjadi media untuknya dalam menyampaikan banyak hal.

Selanjutnya, ia menyampaikan bahwa untuk mengenal dirinya seutuhnya adalah dengan memahami lirik dan musik yang ia bawakan. Sebab, dalam kehidupan sehari-hari, ia sulit untuk menyampaikan emosi-emosi itu.

Baca Juga: Supaya Dapat Pupuk Bersubsidi, Petani Bantul Wajib Punya Kartu Tani

"Biasanya aku kalau bikin lagu itu aku simpan sendiri. Sampai selesai semua konsepnya dan sebagainya, baru aku dengerin ke orang-orang," imbuh Isyana.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait