Proyek Pengembangan TPST Piyungan, Lilik: Sejak Dulu Masalah Masih Sama

Warga di sekitar kawasan TPST Piyungan harus menghadapi sejumlah kendala.

Galih Priatmojo | Hiskia Andika Weadcaksana
Jum'at, 11 September 2020 | 19:10 WIB
Proyek Pengembangan TPST Piyungan, Lilik: Sejak Dulu Masalah Masih Sama
Kondisi tpst piyungan kamis (7/5/2020). [Suarajogja.id / Mutiara Rizka]

SuaraJogja.id - Tidak ada habisnya permasalahan yang dirasakan oleh masyarakat sekitar Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan, Bantul. Mulai dari minimnya air bersih yang dapat digunakan hingga air lindi yang terus merembes jadi masalah yang belum terselesaikan.

Staf Lurah Sitimulyo, Lilik Purwoko, mengatakan penanganan terhadap persoalan yang dihadapi oleh masyarakat sekitar TPST sejak dulu hingga sekarang tidak jauh berbeda. Malah pihaknya merasa sebelum masuk di tahun 2014 penanganan TPST dianggap lebih baik ketimbang sekarang.

"Kami rasa sebelum tahun 2014 memang lebih bagus, karena proses untuk sampah semacam diberikan peralon-peralon yang menghadap ke atas untuk pembuangan gas. Namun untuk yang baru sekarang ini tidak ada," kata Lilik kepada awak media, Jumat (11/9/2020).

Lilik khawatir jika hal itu akan dibiarkan terus menerus justru akan menimbulkan efek yang tidak diinginkan dalam waktu ke depan. Menurutnya akan lebih baik jika memang gas yang ada di dalam tumpukan sampah itu dibuang seperti sebelumnya.

Baca Juga:Sadis! Bapak Harus Bertarung dengan Anaknya Sendiri di Pilurdes Bantul

Masalah lain yang menjadi sorotan yakni limbah yang dari sejak dulu hingga sekarang tak pernah dituntaskan. Dikatakan Lilik, masyarakat khawatir bahwa parit yang berada di timur TPST yang tidak memiliki saringan akan ikut tercemar.

Lebih lanjut dijelaskan Lilik, terdapat dua jalur yang memang ada di TPST Piyungan. Pertama adalah jalur pipa-pipa yang sudah dipersiapkan untuk menuju bak lindi itu sendiri yang sudah terdapat pengurainya. Namun yang kedua justru langsung mengarah ke parit di sisi timur.

Kekhawatiran warga bukan tanpa alasan, pasalnya setiap musim hujan datang air limbah itu pasti meluap. Belum lagi ditambah dengan limbah medis yang dulu sempat ikut terbawa selain botol kaca dan besi.

"Dulu namanya Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sekarang jadi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) nah itu yang diolah apanya sebenarnya di sini? Kalau kami tanya apakah ada pengolahan limbah, jawabnya pasti tidak ada, hanya pengurai saja," tuturnya.

Ditambahkan Lilik, sudah sejak lama beberapa sumur warga yang tidak bisa digunakan lagi karena tercemar. Tercatat sudah ada tiga dusun yakni Nglengkong, Ngablak dan Banyakan III yang airnya dinyatakan tidak layak konsumsi.

Baca Juga:Kampanye Pemakaian Masker, Polres Bantul Gandeng 2 Bapaslon Pilkada

Kendati banyak persoalan yang belum terselesaikan hingga sekarang, Lilik mengaku warga sekitar area TPST Piyungan tidak berencana untuk pindah atau bahkan menolak. Dikatakan bahwa warga sudah pada taraf menerima apa yang ada di sekitar lingkungannya.

"Warga dari awal juga tidak menolak malahan sekarang mereka sudah melihat keberadaan TPST ini sebagai peluang, ada yang menjadi juragan rongsok hingga pemulung," tuturnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak