Mirip Nama Ayahnya, Butet Kartaredjasa Jajal Dawet Pak Bagong di Prambanan

Sama seperti nama ayahnya yang juga seorang seniman, Bagong Kussudiardja, Butet menanyakan asal-usul nama Bagong yang dijadikan merek dagang cendol dawet tersebut.

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Mutiara Rizka Maulina
Rabu, 23 September 2020 | 12:01 WIB
Mirip Nama Ayahnya, Butet Kartaredjasa Jajal Dawet Pak Bagong di Prambanan
Butet menyantap es cendol dawet di Prambanan. - (YouTube/Butet Karatredjasa)

SuaraJogja.id - Seniman Butet Kartaredjasa kembali membagikan videonya tengah berwisata kuliner di sekitar Yogyakarta. Kali ini, ia mencoba minuman es cendol dawet yang menjadi pelepas dahaga di siang hari dengan panas menyengat.

Melalui kanal YouTube-nya, Butet menunjukkan perjalanan menuju sentra minuman dawet di kawasan Bogem, Jalan Raya Yogya-Solo, dekat dengan Candi Prambanan. Di tepi jalan raya, ia berhenti ke salah satu pedagang dawet bernama Es Dawet Pandawa Pak Bagong.

Turun dari mobil, Butet langsung ditawari apakah ingin menggunakan tape atau tidak. Dengan penuh keyakinan, Butet menjawab iya. Ia lantas duduk di bangku kecil dekat dengan seorang wanita yang meracik dawet dan menyajikannya tersebut.

Sama seperti nama ayahnya yang juga seorang seniman, Bagong Kussudiardja, Butet menanyakan asal-usul nama Bagong yang dijadikan merek dagang cendol dawet tersebut. Rupanya, Bagong adalah nama suami wanita yang meracik dawet untuk Butet.

Baca Juga:Penutupan Puskesmas Wirobrajan Diperpanjang, Ini Penyebabnya

"Kenapa saya milih di sini? Ya karena namanya Pak Bagong. Saya heran, saya pikir yang namanya Pak Bagong cuma penari," guraunya.

Butet duduk di depan spanduk bertuliskan Es Dawet Pandawa Pak Bagong Asli Bayat. Dengan latar belakang kuning, spanduk itu juga menunjukkan foto tiga gelas dawet yang belum diaduk dan foto Pak Bagong mnegenakan pakaian adat Jawa.

Kakak dari almarhum Djaduk Ferianto ini juga menyampaikan bahwa ia heran. Ia pikir, pria yang bernama Bagong hanyalah seorang pekerja seni, seorang penari. Namun ternyata, di kawasan Klaten ada juga pria bernama Bagong yang berprofesi sebagai penjual dawet.

Di sepanjang jalan tersebut ada beberapa pedagang dawet yang membuka lapak di sana. Untuk bisa sampai ke warung dawet Pak Bagong, pengunjung bisa melihat di sebelahnya ada tempat berjualan bunga anggrek.

"Menurut Bu Bagong, mereka sudah berjualan selama 38 tahun di sini," imbuh Butet.

Baca Juga:Satpol PP Soroti Angkringan Viral Tempat Berkerumun dan 4 Berita SuaraJogja

Mulanya, hanya ada Pak Bagong dan istri saja yang berjualan dawet, hingga saat ini sudah menjamur, terutama di kawasan tersebut. Sebelumnya, mereka membuka lapak di sebelah kantor purbakala. Baru satu tahun belakangan mereka berpindah lokasi dekat dengan Candi Prambanan tersebut.

Butet menyantap es cendol dawet di Prambanan. - (YouTube/Butet Karatredjasa)
Butet menyantap es cendol dawet di Prambanan. - (YouTube/Butet Karatredjasa)

Lihat keseruan Butet menyantap es cendol dawet DI SINI.

Dalam satu hari keluarga Pak Bagong bisa menjual dawet hingga 500 gelas. Namun semenjak pandemi, mereka setidaknya hanya bisa menjual 200 gelas saja setiap harinya. Sebagian besar pengunjung mereka juga lebih suka menyantap dawet langsung di tempat itu.

Satu gelas es dawet dijual dengan harga Rp4.000. Jika ingin ditambahkan dengan tape, harga per gelasnya bertambah menjadi Rp5.000. Butet sendiri selalu memesan dawet dengan tambahan tape setiap kali berkunjung.

"Tapenya hasil fermentasi dari beras ketan, ada kandungan alkoholnya, ada clekit-clekitnya dikit, tapi masih dalam batas halal," tukasnya.

Satu gelas dawet yang disajikan berisi santan, dawet, es, dan juruh atau gula jawa yang dicairkan. Dawet yang disajikan juga dibuat sendiri oleh keluarga Pak Bagong. Sepanjang jalanan tersebut ada banyak sekali penjual cendol dawet yang merupakan warga sekitar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak