Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Bikin Ngiler, Butet Karatredjasa Santap Bebek Bacem Khas Klaten

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Mutiara Rizka Maulina Jum'at, 18 September 2020 | 18:00 WIB

Bikin Ngiler, Butet Karatredjasa Santap Bebek Bacem Khas Klaten
Butet menyantap Bebek Bacem di Klaten. - (YouTube/Butet Kartaredjasa)

"Ini lain, bebek Klaten yang ini basah, bacem," ujar Butet.

SuaraJogja.id - Seniman Butet Kartaredjasa membagikan perjalanan kulinernya di sekitar Jogja. Kali ini ia menunjukkan salah satu kuliner bebek khas Klaten yang berbeda dengan lainnya. Dimasak selama lima jam, daging bebek ini lembut saat dikunyah. 

Butet kali pertama mengenal Bebek Bu Darman dari salah seorang rekannya yang datang berkunjung. Saat itu, temannya membawakan dia bungkusan sajian bebek. Di atasnya, tertera alamat penjualan Bebek Bu Darman ini.

Setelah berkunjung ke tempatnya langsung, Butet menemukan sajian bebek bacem. Berbeda dengan sajian bebek yang terkenal pada umumnya dengan paduan sambel kosek, sajian bebek kesukaannya diolah dengan bumbu bacem.

"Ini lain, bebek Klaten yang ini basah, bacem," ujar Butet.

Ditemui langsung oleh Butet, Bu Darman bercerita bahwa ia mulai menjajakan sajian tersebut sejak 1976 saat anaknya masih berusia 9 bulan. Saat itu suaminya tengah melakukan dinas kerja di Timor Timur sebagai polisi.

Sekarang, anak tersebut sudah tumbuh dewasa dan bahkan memberikan cucu untuknya. Bu Darman menceritakan, cucu pertamanya sudah menginjak bangku kuliah semester dua di Bali. Tiga orang anak Bu Darman pun besar bersama dengan bisnis bebeknya.

Bagi Butet, terlalu "sopan" jika ia harus menyantap bebek bacem Bu Darman menggunakan sendok. Dengan tangan kosong, ia mengambil sejumput daging bebek yang basah dicolekkan ke sambal berwarna merah merona dan disantap dengan nasi hangat.

Setiap kali merasakan kelezatan makanan, Butet selalu menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia menjelaskan, cita rasa yang ia dapat dari bebek tersebut adalah manis dan gurih, ditambah sengatan dari sambal, membuat kenikmatan dalam mulut yang luar biasa.

"Bayangkan, bebek ini direndam dalam kuah bacem dan segala bumbunya, lima jam," ujar Butet.

Bu Darman ikut menjelaskan bahwa ia menggunakan bebek apkir atau tua dengan jenis betina. Menurut wanita paruh baya tersebut, bebek jenis jantan atau anak bebek tidak memiliki cita rasa yang enak saat diolah.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait