Fadli Zon dan Fahri Kritik BIN, Peneliti Intelijen: Komentarnya Tak Tepat

Politisi Fahri Hamzah dan Fadli Zon kompak mengkritik BIN soal adanya jubir.

Galih Priatmojo
Minggu, 11 Oktober 2020 | 11:03 WIB
Fadli Zon dan Fahri Kritik BIN, Peneliti Intelijen: Komentarnya Tak Tepat
Fahri Hamzah dan Fadli Zon muda (Twitter/fahrihamzah)

"Lembaga intelijen kita perlu belajar dari lembaga lain di seluruh dunia agar makin modern dan profesional, " kata Ridlwan Habib.

Dalam program Apa Kabar Indonesia Pagi tvOne, Sabtu (10/10/2020), BIN melalui juru bicaranya, Wawan Purwanto, menginformasikan kalau intelijen telah mendapatkan identitas aktor yang menyeponsori dan memobilisasi demonstrasi penolakan terhadap Undang-Undang Cipta Kerja. Bukti-bukti pendukung sedang dihimpun sebelum diproses secara hukum.

Apa yang disampaikan oleh BIN melalui juru bicaranya mendapat kritik dari politikus Fahri Hamzah dan Fadli Zon.

Menurut Fahri seharusnya BIN tidak boleh menyiarkan informasi intelijen kepada publik.

Baca Juga:Polresta Yogyakarta Tetapkan 4 Tersangka Kasus Demo Ricuh di DPRD DIY

"BIN tugasnya hanya memberikan informasi kepada Presiden (sebagai single user). BIN harus disiplin dengan prinsip kerja intelijen di negara demokrasi. Please," kata dia melalui media sosial.

Sementara Fadli Zon menganggap aneh jika BIN memiliki juru bicara. Lantas, dia membandingkan dengan badan intelijen di sejumlah negara.

"Memang aneh ini BIN kok pakai jubir segala. Setahu saya dinas intelijen asing seperti CIA Amerika Serikat, MI6 Inggris atau SVR n FSB Rusia, tak ada juru bicara. Apalagi sampai mengumumkan bahan info intelijen ke publik," kata Fadli Zon.

Senada dengan Fahri, menurut Fadli Zon semua informasi yang didapatkan BIN mestinya langsung dilaporkan ke Presiden.

Baca Juga:Buntut Demo Ricuh di DPRD DIY, Polisi Amankan 45 Orang

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak