Sebab, lelang jabatan hanya diberikan untuk kursi yang kosong karena pensiun. Ahok tidak setuju, ia ingin semuanya di kocok ulang seperti yang pernah dilakukannya saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Dengan begitu, ia menilai baru bisa mendapatkan yang terbaik dari yang terbaik.
"Sistem perbankan nasional saja sudah banyak menghilangkan orang untuk diganti dengan sistem aplikasi. Buat apa orang keuangan begitu banyak kalau ngitung uang semuanya sudah online, sudah di bank gitu lho," Terang BTP.
Ahok ingin membangun sistem yang lebih baik. Seperti contohnya tandatangan digital. Ia ingin semua memo bisa didigtalisasi. Sehingga ia lebih mudah untuk melakukan audit investigasi dengan lebih baik lagi.
Tidak hanya itu, Ahok juga melakukan rapat komisaris yang biasanya setahun empat kali menjadi setiap minggu sekali. Namun, karena banyaknya hal yang harus diurus, dalam satu minggu mereka bisa menjalani rapat antara dua hingga tiga kali.
Baca Juga:Manfaatkan Zoom Meetings, Intip Serunya Pentas Budaya Virtual di Yogyakarta
Selanjutnya, ia menyebutkan pihaknya juga memiliki komite investasi audit yang baik. Sebelumnya, hal tersebut cukup dibatasi. Ahok juga memaksakan tranparansi dalam pengelolaan perusahaan milik negara tersebut.
"Terus saya masukkan chief auditor executive dari luar. Ini yang banyak mendapatkan temuan-temuan," terangnya.
Ahok selalu percaya dengan teori jika kepalanya lurus, tentu saja bawahnya pasti akan ikut lurus juga. Ia khawatir ada banyak orang-orang idealis di bawah namun mereka mendapatkan tekanan dari pihak di tengah yang menjadi temuan-temuan.
Ia menyebutkan jika dulu ketika orang-orang bawah mendapatkan temuan pasti tidak berani menghilangkan. Namun, saat orang-orang bawah ini ngotot ingin menyuarakan mereka tidak berani karena tidak ada yang memberikan perlindungan.
Di bawah kepemimpinannya, ia memberikan jaminan perlindungan untuk orang-orang yang melakukan aduan. Butet sendiri mengakui pengalaman perjalanan Ahok mulai dari politisi hingga eksekutif di kursi gubernur pernah di jalani.
Baca Juga:Kasus Covid-19 di DIY Tambah 35 Pasien Baru, Sleman Masih Terbanyak
Butet juga menyebutkan jika Ahok pernah melakukan pertapaan di Mako Brimob. Dengan berbagai pengalaman tersebut, jika Ahok diberi kesempatan untuk duduk di kursi RI 1, hal pertama apa yang akan dilakukan oleh Ahok.