Ikut Pelatihan Warga Binaan, Wahyu Buka Usaha Kedai demi Nikahi Kekasih

Wahyu, yang merupakan lulusan SMKN 1 Sewon jurusan tata boga ini, juga telah mengelola kedai di daerah Condongcatur, Sleman untuk mengisi aktivitasnya setelah keluar.

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Hiskia Andika Weadcaksana
Kamis, 15 Oktober 2020 | 07:15 WIB
Ikut Pelatihan Warga Binaan, Wahyu Buka Usaha Kedai demi Nikahi Kekasih
Pelatihan warga binaan menanam pohon dan membuat keripik pisang oleh Kelompok Wanita Tani Sukamaju di Dusun Palihan, Desa Sidomulyo, Kecamatan Bambanglipuro, Bantul, Rabu (14/10/2020). - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

Ketika disinggung mengenai calon istrinya, Wahyu menuturkan, saat ini kekasihnya itu masih berstatus mahasiswa di IKIP PGRI. Awal pertemuan mereka pun sudah terjadi sejak keduanya sama-sama bersekolah di SMKN 1 Sewon.

"Dia kakak kelas saya waktu SMK," tuturnya lirih.

Tidak dipungkiri, ada pihak keluarga dari kekasihnya itu yang sempat menentang keputusannya untuk menikahi sang kekasih. Namun dengan tekad dan tujuan yang baik, kata Wahyu, pertentangan itu akan berubah menjadi sebuah restu bagi keduanya.

"Sempat ada yang tidak setuju, tapi waktu itu saya langsung nembung. Dia [kekasihnya] sudah setia menunggu saya keluar selama dua tahun, jadi saya tidak ragu lagi," ungkapnya.

Baca Juga:Perwira Polisi Siksa 4 Narapidana Pakai Lagu "Baby Shark" Sampai Stress

Sementara itu, Kepala Divisi Permasyarakatan Kanwil Kemenkumham DIY I Gusti Ayu Suwardani menjelaskan, keterlibatan pokmas ini sudah berjalan dalam setahun terakhir. Kurang lebih sebanyak 30 warga binaan yang telah menjalani dua per tiga masa hukuman berhak mendapat program pelatihan tersebut.

"Program ini memang tidak terlalu terlihat, tetapi berkontribusi besar. Keterlibatan pokmas ini sebagai jalan awal bagi proses asimilasi dan dukungan terkait reintegrasi para warga binaan agar lebih bisa berbaur di masyarakat," kata Ayu saat berkunjung ke Bantul.

Senada, Direktur Hukum dan Regulasi Bappenas Prahesti Pandanwangi menuturkan, program pelatihan ini diproyeksikan dapat menjadi bagian dari proses reintegrasi yang disambungkan dengan pembinaan, jadi tidak hanya dari dalam lingkungan lapas saja pembinaan dilakukan, tapi akan dilanjutkan atau ditajamkan kembali dengan pelatihan ketrampilan itu.

"Program ini sangat penting untuk proses reintergrasi kembali ke masyarakat. Intinya kita bantu teman-teman kita yang berhadapan dengan hukum. Jadi nanti kedepan sebagaimana konsep permasyarakatan, saat keluar ya jadi orang yang baru dan punya ketrampilan," kata Prahesti.

Prahesti tidak lupa mengapresiasi program ini dan terus mendorong setiap pihak agar dapat menjadi percontohan secara nasional.

Baca Juga:Paksa Napi Dengarkan Lagu Baby Shark Berulang Kali, 2 Polisi Didakwa

Menurutnya, tidak hanya akan menyasar warga binaan saja, tapi program ini juga membantu pengurangan napi, khususnya yang terlibat hukuman ringan.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak