Sebut Denise Chariesta Punya Gangguan Kepribadian, Dokter Ini Tuai Kecaman

"Aku Dokter Martin, aku mengamati perkembangan Mbak dari hari ke hari. Sepertinya Mbak sedang mengalami gangguan kepribadian."

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Jum'at, 23 Oktober 2020 | 15:01 WIB
Sebut Denise Chariesta Punya Gangguan Kepribadian, Dokter Ini Tuai Kecaman
Dokter di media sosial bicara soal kejiwaan Denise Chariesta - (Twitter/@ansiboi)

SuaraJogja.id - Beredar sebuah video seorang dokter membuat diagnosis kesehatan terhadap seseorang tanpa adanya konsultasi atau pun anamnesis terlebih dahulu. Dokter tersebut mendiagnosis Denise Chariesta hanya melalui pengamatannya terhadap perilaku orang tersebut.

Dalam video tersebut, dokter yang diketahui bernama Martin ini memberikan diagnosis gangguang kejiwaan histrionik terhadap wanita yang kontroversial karena video "orang kaya nongkrong di mal" itu.

"Aku Dokter Martin, aku mengamati perkembangan Mbak dari hari ke hari. Sepertinya Mbak sedang mengalami gangguan kepribadian yaitu histrionik," ucap dr Martin dalam videonya.

Ia kemudian menunjukkan cuplikan artikel dari jurnal National Center for Biotechnology Information (NCBI) yang tentang gejala dari histrionik. Menurutnya, Denise mengalami semua gejala tersebut.

Baca Juga:Guru Besar UI: Vaksin Itu Bisnis Besar Pengusaha Taipan!

"Nih kata NCBI, harus ada 5 gejala dari 8 gejala untuk mendiagnosa histrionik. Mbak punya semuanya lo," jelas dr Martin di videonya.

Video diagnosis dokter lewat media sosial ini pun menuai komentar kontra dari warganet. Mereka protes keras dengan tindakan dokter tersebut karena dirasa melanggar kode etik profesi kedokteran.

Salah satu warganet yang kontra dengan perilaku dokter ini adalah pemilik akun Twitter @ansiboi. Ia membuat utas sebagai bentuk ketidaksetujuannya dengan tingkah dokter tersebut.

Ia mengunggah video tersebut dan mencuitkan, "Ini lagi, kelakuan dokter medsos macem k***. Keren amat negakin diagnosis tanpa wawancara. Banyak fansnya pulak. Hadeh mau ampe kapan klen menghamba orang2 t*** mahasucimahabenar?"

Kemudian ia menuliskan bahwa jelas dokter tersebut melanggar kode etik dan sumpah dokternya. Selain itu, diagnosis tanpa anamnesis ini, kata dia, bisa menjadi sebuah perundungan karena tanpa persetujuan dari pihak yang didiagnosis.

Baca Juga:Vaksin Covid-19 Jadi Kontroversi, dr Berlian Idris: Jangan Mainin Nyawa

"Fix ini mah, 1. ngelanggar kode etik, 2. ngelanggar sumpah dokter, 3. ga punya empati, 4. menggar (?) hukum, 5. perundungan," ujarnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Lifestyle

Terkini

Tampilkan lebih banyak