alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Berakhir Pekan di Jogja, Mahfud MD Diminta Warganet Tak Usah Balik Jakarta

Galih Priatmojo | Mutiara Rizka Maulina Minggu, 25 Oktober 2020 | 11:23 WIB

Berakhir Pekan di Jogja, Mahfud MD Diminta Warganet Tak Usah Balik Jakarta
Menkopolhukam, Mahfud MD bersama dua pakar hukum UGM. - (Twitter/@mohmahfudmd)

Mahfud bercerita bahwa pekan ini ia berkesempatan menikmati akhir pekan di Yogyakarta

SuaraJogja.id - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Republik Indonesia, Mahfud MD baru saja menghabiskan akhir pekan di Jogjakarta. Dalam kesempatan ini, ia bertemu dengan dua pakar hukum dari UGM.

Melalui akun Twitter pribadinya @mohmahfudmd, ia membagikan momen ketika dirinya tengah berkunjung ke Yogyakarta. Mahfud nampak menikmati waktu makan bersama dengan dua dosen hukum UGM, Eddy Hiariej dan Zainal Arifin Mochtar.

Mahfud bercerita bahwa pekan ini ia berkesempatan menikmati akhir pekan di Yogyakarta. Sabtu (24/10/2020), ia menikmati sarapan di Warung Kopi Klotok, salah satu restoran tradisional yang sudah terkenal di kalangan wisatawan.

Sambil menikmati sarapan sederhana dengan suasana alam yang sejuk, Mahfud juga menyempatkan berdiskusi dengan dua pakar hukum asal UGM. Mereka membahas mengenai situasi politik dan hukum. Mahfud mengaku sudah berteman dengan mereka sejak awal reformasi.

"Kesempatan berakhir pekan di Yogya, pekan ini. Sarapan pagi di Warung Kopi Klothok sambil ngobrol tentang situasi politik dan hukum bersama dua dosen FH-UGM yang sejak awal reformasi sudah menjadi teman: Prof. Eddy Hiariej dan Zainal Arifin Mochtar (Uceng)," tulis Mahfud dalam cuitannya.

Sejak diunggah, momen Mahfud bersama dengan dua pakar UGM itu sudah disukai lebih dari 6000 pengguna Twitter. Ada 600 lebih yang membagikan ulang dan 600 lainnya memberikan komentar. Ada warganet yang menyarankan agar Mahfud menetap di Jogja saja.

"Sudah bapak di Jogja saja. Disana banyak orang nggak baik," tulis akun @Vika_syaifudin.

"Paling-paling tujuannya untuk merayu dan membujuk, biar diam. Tiba-tiba seorang menteri menjadi sering bersilahturahmi dengan orang yang protes terhadap si bosnya, apa lagi untuk memuluskan undang-undang yang g**lok dan cilaka itu," komentar akun @sentraltehnik.

"Beda pendapat biasa, debat juga normal, tapi tali silahturahmi dan diskusi yang membangun tetap dikedepankan. Salut buat 3 sosok ahli hukum Indonesia ini," tanggapan akun @elangUtara6.

Sementara akun @luqman99903 mengatakan, "Kapan-kapan boleh diskusi di kontrakan kami sekitar pasar tempel prof, mungkin njenengan juga perlu referensi dari kami yang juga mendalami ilmu hukum sekaligus praktisi, jadi teorinya dari para pakar dan prakteknya dari kita kompilasinya inshaalloh akan manis."

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait