Setelah dibuka, air Selokan Mataram diperkirakan sudah sampai hingga wilayah Prambanan.
Namun, untuk antisipasi cuaca ekstrem kali ini, BBWSSO bersama pihak terkait berkoordinasi dan pengaturan debit pengaliran dari Bendung Karangtalun.
Ketua Forum Petani Kalasan Janu Riyanto mengatakan, saat ini pertanian di wilayahnya masih mengandalkan air hujan.
"Sementara belum pakai pompa ,apa lagi bila aliran selokan Mataram mengalir, kami lebih dari cukup. Ada hujan beberapa kali selama selokan diperbaiki, sangat membantu petani," tandasnya.
Baca Juga:Sempat Dimatikan, Aliran Air Selokan Mataram Bakal Hidup Tiga Hari Lagi
Kontributor : Uli Febriarni