Jelang Debat Publik Pertama, 2 Paslon Pilkada Bantul Optimis Ungguli Rival

Debat publik putaran pertama akan mempertemukan dua calon Bupati dengan tema besar pemerintahan yang bersih.

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Hiskia Andika Weadcaksana
Selasa, 27 Oktober 2020 | 15:20 WIB
Jelang Debat Publik Pertama, 2 Paslon Pilkada Bantul Optimis Ungguli Rival
Kedua pasangan calon bupati dan wakil bupati Bantul menunjukkan nomor urut yang didapat dalam pengundian di KPU Bantul, Kamis (24/9/2020). - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

Keyakinan tersebut juga ditegaskan oleh Suharsono, yang mengaku telah berkoordinasi terus dengan tim terkait debat besok. Ia optimis akan menguasai jalannya debat karena persiapan yang telah matang jauh-jauh hari.

"Intinya, kami sudah siap. Kami juga ada tim untuk debat ini, terus kita koordinasikan lagi, optimis unggul," tegas Suharsono.

Seperti yang diketahui sebelumnya, debat publik putaran pertama akan mempertemukan dua calon Bupati dengan tema besar pemerintahan yang bersih. Putaran kedua akan digelar untuk calon Wakil bupati bertemakan pelayanan dasar yang dijadwalkan pada 4 November mendatang.

Sementara untuk debat publik putaran terakhir atau ke tiga bakal mengadu gagasan kedua pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati pada 11 November mendatang. Tema debat pertemuan terakhir itu yakni kesejahteraan umum.

Baca Juga:ASN Tak Netral dalam Pilkada Bantul Diduga Oknum Guru SD dan SMA

Ketua Divisi Sosialisasi, Partisipasi Masyarakat, Pendidikan Pemilih dan SDM Kabupaten Bantul, Musnif Istiqomah, mengatakan tema dalam setiap debat publik terbatas memang akan berbeda di setiap putarannya. Namun tema besar itu nantinyabakan tetap disesuaikan dengan penambahan strategi dari masing-masing pasangan calon terkait penanggulangan dampak pandemi Covid-19.

"Memang berbeda setiap putaran tapi temanya akan dikaitkan dengan penanganan setiap paslon untuk merespon pandemi Covid-19," kata Musnif.

Menurut Musnif, dampak yang dirasakan oleh semua sektor kehidupan masyarakat akibat pandemi Covid-19 menjadi salah satu hal penting untuk dibicarakan penanganannya. Nanti strategi dari masing-masing paslon akan khususkan dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan mendasar yang diberikan di dalam setiap tema tergantung di masing-masing putaran.

Sementara itu Ketua KPU Bantul, Didik Joko Nugroho menuturkan bahwa pelaksanaan debat publik pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati akan dilangsungkan secara terbatas saja. Perwakilan yang ikut hadir juga mendapat pembatasan yakni hanya diperbolehkan lima unsur saja.

Lima unsur itu terdiri dari masing-masing paslon, Komisioner KPU Kabupaten Bantul, Komisioner Bawaslu Bantul, perwakilan tim kampanye dan moderator. Merespon hal itu, pihaknya mengingatkan masyarakat untuk tidak perlu ragu untuk menyaksikan lewat tayangan televisi lokal atau live streaming.

Baca Juga:Gaet Dukungan Tukang Becak, Halim Keliling Bantul Naik Becak

"Pembatasan ini sebagai bagian dari protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Antisipasi kita agar tidak terjadi kerumunan yang berpotensi lebih susah untuk diatur," ucap Didik.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak