Ilmuwan berpendapat bahwa seiring berjalannya waktu, metode untuk membuat mumi juga berubah sehingga kemungkinan berdampak pada mumi yang tidak dikeluarkan otaknya menggunakan teknik nasal scoop yang terkenal di Mesir kuno.
"Itu adalah praktik umum untuk membuang otak dan organ dalam terutama selama Dinasti ke-18 dan ke-20. Selama periode Mesir kuno selanjutnya, teknik perawatan tubuh yang diterapkan menunjukkan variasi yang lebih beragam. Investigasi radiologi sebelumnya dari mumi Periode Romawi telah mengungkapkan bahwa beberapa tidak menunjukkan bukti pengangkatan otak dan usus," kata Reiss Engelhorn, antropolog fisik dan ahli ilmu Mesir di Proyek Mumi Jerman, seperti dikutip IFL Science pada Jumat (13/11/2020).
Penyebab kematian ketiga mumi tidak dapat didiagnosis menggunakan CT, tetapi terdapat tanda-tanda seperti gigi berlubang hingga artritis pada saat pemindaian.
Baca Juga:Dari Penggalian Sumur Makam, Arkeolog Buka Peti Mumi Berusia 2.500 Tahun