Pembuatan sendiri dia lakukan pada tahun 2013 silam. Patung tersebut dibuat sebagai bentuk netralisasi pada penyelenggaraan Pilpres 2014 yang sempat panas.
Disinggung menjadi sebuah makna berbeda setelah viral di media sosial, Purjito tak keberatan. Ia menganggap bahwa seni yang dimiliki orang berbeda-beda.
"Jadi jika disebut sebagai penghuni baru itu bebas. Itu bagian dari pandangan masyarakat, bagi saya itu tidak masalah," katanya.
Purjito mengatakan bahwa patung dibuat seorang diri. Ia tak pernah melibatkan orang lain dalam membuat konsep dan bentuk patung. Setelah desain selesai dirinya mencetak di tempat yang berbeda.
Baca Juga:Lama Tak Berpenghuni, Muncul Penampakan Ini di Kampus ISI Yogyakarta
Patung berbahan dasar fiber glass tersebut masih terpasang di sekitar trotoar. Purjito juga telah menyiapkan 30 patung lagi ketika dibutuhkan untuk penyelenggaraan pameran.
Sebelumnya diberitakan, sejumlah penampakan patung putih dengan desain orang bersedekap yang ada di kampus ISI Yogyakarta ramai diperbincangkan di media sosial. Di sisi lain netizen juga dibuat merinding ketika situasi berubah gelap, pasalnya patung putih tersebut terkesan menyeramkan.
Selain patung putih, beberapa patung berbentuk laba-laba merah juga terlihat di sekitar kampus tersebut. Tak hanya itu, patung anak kecil duduk di sebuah jendela juga menjadi perbincangan saat akun @sewon.merch mengunggah ke Instagram.