alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kantor Bawaslu Disapu, Aktivis JCW Sindir Bagi Bansos di Pilkada Sleman

Galih Priatmojo | Hiskia Andika Weadcaksana Selasa, 01 Desember 2020 | 17:18 WIB

Kantor Bawaslu Disapu, Aktivis JCW Sindir Bagi Bansos di Pilkada Sleman
Aktivis Jogja Corruption Watch (JCW), Baharuddin Kamba kembali menggelar aksi tunggal di depan Kantor Bawaslu Kabupaten Sleman, Selasa (1/12/2020). [Hiskia Andika Weadcaksana / SuaraJogja.id]

Kamba menyoroti pemberian bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat dari pemerintah yang dinilai rawan untuk disalahgunakan untuk kepentingan politik tertentu.

SuaraJogja.id - Aktivis Jogja Corruption Watch (JCW), Baharuddin Kamba kembali melakukan aksi tunggal. Kali ini Kamba menyoroti pemberian bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat dari pemerintah yang dinilai rawan untuk disalahgunakan untuk kepentingan politik tertentu.

"Minimal ada dukungan kepada Bawaslu Kabupaten Sleman agar semakin terpacu untuk bisa menegakkan aturan kebenaran apabila memang ada pelanggaran dalam Pilkada Sleman tahun ini," kata Kamba, kepada awak media seusai aksi tunggal di depan Kantor Bawaslu Kabupaten Sleman, Selasa (1/12/2020).

Kamba yang kali ini mengenakan pakai jawa bermotif lurik ini mengatakan bahwa makna di balik itu adalah agar Bawaslu Sleman bisa terus lurus dalam memproses jika memang ditemukan pelanggaran. Tidak hanya baju saja yang menjadi sorotan, topeng superhero pun tak lupa untuk dipakai.

Terkait dengan topeng superhero, ia berharap Bawaslu Sleman dapat menjadi sosok pahwalan untuk menegakkan keadilan dan aturan yang ada. Sedangkan aksi yang dilakukan dengan konsep menyapu uang di halaman depan kantor Bawaslu Sleman tersebut mencoba menghadirkan lingkungan yang bersih dari korupsi.

Baca Juga: Mendekati Erupsi Merapi, Sleman Perpanjang Status Tanggap Darurat

"Kami ingin mendukung Bawaslu Sleman bersih dari perilaku korupsi. Sebab memang seperti yang diketahui bahwa di beberapa daerah ada oknum Bawaslu yang melakukan tindak pidana kasus korupsi. Misal beberapa waktu lalu yang melibaykan Komisioner Bawaslu dan Komisioner KPU yang menjadi OTT KPK pada awal 2020," ucapnya.

Kamba menilai peemberian bansos apapun bentuknya, pasti akan ada timbal balik untuk memilih atau mencari suara kepada calon-calon tersebut. Setidaknya hal itu yang menjadi kekhawatiran aktivis JCW ini.

"Kekhawatiran kami, tendensi integritas tidak hanya pada teman-teman Bawaslu dan KPU tapi juga para calon kepala daerah yang bertarung dalam Pilkada tahun ini. Jika memang itu masih terjadi berarti harapan tentang mewujudkan Pilkada Sleman yang bersih dan berintegritas itu masih terlalu jauh," jelasnya.

Diharapkan Kamba, semua pihak terkait dapat menunda terlebih dulu pemberian bansos tersebut kepada masyarakat. Bahkan pihaknya juga akan kirimkan surat kepada Pemkab Sleman untuk menunda pemberian bansos tersebut supaya tidak menimbulkan kecurigaan dari pihak manapun," tuturnya.

"Itu juga rawan sekali untuk disalahgunakan jelang hari pencoblosan yang tinggal menghitung hari ini. Apalagi melihat anggaran yang cukup besar," tegasnya.

Baca Juga: Tanggap Darurat Merapi Berakhir, Sleman Tunggu BPPTKG untuk Perpanjangan

Ketua Bawaslu Kabupaten Sleman Abdul Karim Mustofa mengapresiasi aksi tunggal yang telah menyuarakan aspirasi dan kegelisahan sebagai masyarakat Sleman. Harapannya masyarakat juga bisa turut andil dalam menyampikan dukungannya kepada Bawaslu Sleman terlebih selain hal-hal yang telah disampaikan pada aktivis JCW ini.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait