TPST Piyungan Ditutup 4 Hari, Warga Desak Pemerintah Ikut Tanggung Jawab

Ia mengaku bahwa penutupan itu bertujuan untuk meminta pihak pemerintah bertanggung jawab membersihkan sampah yang diletakkan sembarangan.

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Muhammad Ilham Baktora
Selasa, 22 Desember 2020 | 14:36 WIB
TPST Piyungan Ditutup 4 Hari, Warga Desak Pemerintah Ikut Tanggung Jawab
Ketua Paguyuban Mardiko Maryono menunjukkan drainase yang sudah tak berfungsi di sekitar akses jalan menuju dermaga pembuangan di TPST Piyungan, Kabupaten Bantul, Selasa (22/12/2020). - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)

Tak hanya segera memperbaiki dermaga pembuangan, warga sekitar juga meminta drainase di sekitar TPST diperbaiki. Drainase yang ada di akses jalan warga sudah tak bisa difungsikan.

"Satu hal paling penting, musim hujan ini air selalu memberi dampak kepada warga yang tinggal di sekitar. Karena tak ada drainase yang baik di sini, akhirnya air mengalir ke permukiman warga. Masalah ini belum diselesaikan juga oleh pemerintah," keluhnya.

Hingga kini, TPST masih ditutup. Dari pantauan SuaraJogja.id, tidak ada spanduk tertempel yang menolak truk pengangkut sampah masuk ke dalam dermaga pembuangan. Hanya saja, truk pengangkut material keluar-masuk untuk memperbaiki dan menata dermaga pembuangan.

"Hari ini masih kami tutup, hingga ada perbaikan dari pemerintah. Jika di tempat pembuangan utama sudah dibersihkan, kami tinggal menunggu perbaikan drainase. Kemarin sudah dimediasi dan hari ini berjanji untuk diselesaikan," katanya.

Baca Juga:TPST Piyungan Kembali Ditutup, Pemkot Jogja Minta Warga Simpan Sampah

Perbaikan drainase sendiri akan memanfaatkan drainase yang sudah disiapkan pemerintah. Drainase dalam proses pembangunan dan untuk menanggulangi air yang mengalir ke rumah warga akan dibuatkan jalur khusus.

"Jadi di dekat tumpukan sampah [di sekitar dermaga] sudah dibuat drainase. Baru saja dibangun. Nanti semua aliran air difokuskan ke drainase itu agar tak mengalir ke rumah warga lagi. Janjinya, pemerintah bisa diselesaikan malam ini," jelas dia.

Ditemui terpisah, seorang warga terdampak aliran air, Sutam (36), mengaku harus bersiaga ketika hujan deras datang. Pasalnya, rumah ayah dua anak ini tepat berada di sekitar TPST Piyungan.

"Jaraknya hanya 20 meter dari TPST Piyungan, dan rumah saya ada di bawah TPST itu, jadi terhalang oleh tebing. Yang saya khawatirkan ketika air itu terus turun dari TPST, bisa menyebabkan longsor dan menimbun rumah saya," ujar dia.

Dirinya hanya berharap, persoalan ini ditanggapi serius oleh pemerintah. Jika tidak, dirinya takut, terjadi hal yang tak diinginkan.

Baca Juga:Selama Pandemi Sampah di TPST Piyungan Naik Drastis 630 Ton per Hari

Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan dari Pemda DIY. SuaraJogja.id sudah berusaha menghubungi pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DIY, tetapi belum ada respons.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak